BERITA TERBARU
Amorim Kecewa Milan Kalah dari Ferencvaros, Sebut Tim Tidak Siap Bertanding Industri Drakor Korea Selatan Krisis, Produksi Anjlok 30 Persen Krisis Chip Ganggu Produksi Mobil Fiat di Italia, Stellantis Terancam Setop Pabrik Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea
SPORT

Amorim Kecewa Milan Kalah dari Ferencvaros, Sebut Tim Tidak Siap Bertanding

Amorim Kecewa Milan Kalah dari Ferencvaros, Sebut Tim Tidak Siap Bertanding
dok. antara news

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, meluapkan kekecewaannya setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Ferencvaros dalam lanjutan Liga Europa. Ia menilai Rossoneri tampil jauh dari harapan dan tidak menunjukkan kesiapan untuk menghadapi pertandingan tersebut.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Milan yang membutuhkan kemenangan setelah dua kali kalah dalam tiga pertandingan pertama di kompetisi Eropa. Namun, alih-alih bangkit, Milan justru kesulitan mengembangkan permainan dan harus mengakui keunggulan tuan rumah melalui dua gol Lenny Joseph pada babak kedua.

Amorim secara khusus menyoroti penampilan anak asuhnya pada babak pertama. Menurutnya, Milan kehilangan ambisi, konsentrasi, serta keinginan untuk bersaing. Sejumlah kesalahan pemain juga dinilai memberikan keuntungan bagi lawan.

“Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama soal babak pertama. Ini soal ambisi, konsentrasi, dan keinginan. Kami membuang peluang dan memberikan hadiah bodoh kepada lawan. Kami tidak siap bermain sepak bola malam ini,” ujar Amorim kepada Sky Sports, seperti dikutip Sempremilan.com.

Pelatih asal Portugal itu juga menilai para pemain gagal menjaga fokus setelah meraih kemenangan dalam Derby Milan melawan Inter. Ia mengingatkan bahwa mengenakan seragam Milan membawa tanggung jawab besar yang harus dijalankan setiap pemain.

Amorim bahkan mengakui dirinya turut bertanggung jawab karena belum mampu memastikan skuad tampil dengan persiapan yang tepat. Ia juga menilai Milan belum memiliki konsistensi untuk bersaing di dua kompetisi sekaligus.

“Kami perlu memperbaiki cara pandang terhadap sepak bola dan pendekatan saat menghadapi pertandingan. Tidak ada alasan malam ini. Kami harus rendah hati dan memahami apa yang telah terjadi,” katanya.

Selain mengevaluasi permainan, Amorim meminta seluruh anggota skuad meningkatkan etos kerja dalam latihan. Ia secara khusus menjadikan Strahinja Pavlovic sebagai contoh pemain yang selalu menunjukkan usaha maksimal.

Menurut Amorim, pemain yang tidak masuk susunan starter tetap harus menunjukkan sikap profesional dan memberikan kontribusi terbaik. Ia menegaskan kekalahan dari Ferencvaros seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tim.