Krisis Chip Ganggu Produksi Mobil Fiat di Italia, Stellantis Terancam Setop Pabrik
Produsen otomotif global Stellantis menghadapi gangguan produksi sejumlah model mobil Fiat di Italia akibat kelangkaan chip elektronik untuk unit kontrol mesin (engine control unit/ECU). Krisis pasokan komponen tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga November dan Desember.
Dikutip dari Reuters, Rabu (4/11), Stellantis menyebut keterbatasan pasokan chip dari vendor telah menekan penjualan pada Oktober. Dampak paling terasa terjadi pada Fiat Pandina, salah satu model city car terlaris dari merek otomotif asal Italia tersebut.
“Stellantis dan Fiat sedang bekerja dengan prioritas tertinggi untuk mengidentifikasi solusi alternatif dan memulihkan operasi normal secara bertahap,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Kelangkaan komponen elektronik ini juga meningkatkan risiko penghentian sementara aktivitas perakitan di sejumlah fasilitas manufaktur utama Stellantis di Italia.
Pabrik Pomigliano, yang menjadi lokasi produksi Fiat Pandina, termasuk fasilitas yang terdampak. Selain itu, Pabrik Mirafiori yang merakit Fiat 500 juga berpotensi mengalami jeda produksi akibat terbatasnya pasokan komponen.
Gangguan tersebut turut mengancam operasional pabrik komponen mesin Stellantis di Termoli. Fasilitas ini memproduksi mesin N3 GSE yang digunakan pada Fiat Pandina dan Fiat 500.
Situasi tersebut menambah tekanan terhadap aktivitas manufaktur Stellantis di Italia, yang sebelumnya sudah menghadapi sejumlah tantangan produksi.

Pabrik Mirafiori diketahui telah menghentikan operasional selama tiga pekan sejak pertengahan Oktober akibat kekurangan komponen lain.
Selain persoalan pasokan, serikat pekerja setempat juga menyoroti lemahnya permintaan pasar terhadap Fiat 500 sebagai salah satu faktor yang memengaruhi penghentian aktivitas di pabrik tersebut.
Kombinasi kelangkaan chip dan melemahnya permintaan kendaraan berpotensi semakin menekan kinerja produksi Stellantis menjelang akhir tahun.
Stellantis kini berupaya mencari pemasok alternatif untuk mengatasi keterbatasan komponen dan menjaga aktivitas manufaktur tetap berjalan.
Perusahaan berharap langkah tersebut dapat memulihkan produksi secara bertahap, meski gangguan pasokan diperkirakan masih membayangi industri otomotif Italia dalam beberapa bulan mendatang.


