BERITA TERBARU
Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti! DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI Kementerian PU Salurkan 104 Ribu Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Samarinda
DAERAH

Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor

Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang berdampak pada sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Kementerian PU berhasil memulihkan akses lalu lintas yang sempat terganggu akibat badan jalan tertimbun material longsor dan pohon tumbang.

Penanganan dilakukan pada ruas jalan nasional di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dan di Kabupaten Karo serta Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan untuk menjaga konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan infrastruktur terdampak bencana menjadi prioritas Kementerian PU untuk menjaga konektivitas dan memastikan akses masyarakat tetap terlayani.

“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin,” kata Menteri Dody.

Di Kabupaten Gayo Lues, longsor terjadi pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 20.00 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi. Material longsor dan pohon tumbang menutup badan jalan nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara di tiga titik, yakni Desa Gumpang Pekan, Meloak, dan Singah Mule, Kecamatan Puteri Betung. Material longsor menutupi badan jalan sepanjang sekitar 10–15 meter.

Dalam penanganan darurat tersebut, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh telah mengerahkan tiga unit alat berat, terdiri dari dua unit excavator dan satu unit backhoe loader. Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan sisa material longsor yang menutupi badan jalan di tiga lokasi terdampak. Saat ini, ruas jalan nasional tersebut telah fungsional dan dapat dilalui kendaraan.

Penanganan Dalam Hitungan Jam

Sementara itu, di Sumatera Utara penanganan dilakukan pada ruas Lawe Pakam (Batas Provinsi Aceh)–Kutabuluh di Kabupaten Karo akibat material longsor yang menimbun seluruh badan jalan pada Sabtu (31/10/2026), sehingga akses lalu lintas sempat lumpuh total. Selain titik tersebut, penanganan juga dilakukan di tiga titik longsor lainnya pada ruas Kutacane–Batas Kabanjahe–Kutabuluh.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kementerian PU melalui BBPJN Sumatera Utara segera menurunkan tim tanggap darurat ke lokasi. Penanganan sementara dilakukan dengan membersihkan material longsoran dan pohon tumbang menggunakan satu unit backhoe loader, satu unit dump truck, dan satu unit chainsaw.

Kepala BBPJN Sumut, Hardy Siahaan mengatakan, pada Sabtu (31/10/2026) pukul 12.00 WIB, atau kurang dari 12 jam sejak kejadian, lalu lintas di ruas jalan terdampak sudah dapat dilalui kembali. Pembersihan dan penanganan sementara tetap dilanjutkan untuk memastikan kondisi jalan dapat berfungsi dengan baik.

“Pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 12:00 WIB, lalu lintas sudah dapat dilalui sembari penanganan dan pembersihan tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Selain itu, di Kabupaten Dairi, Kementerian PU telah melakukan penanganan dua titik longsor atau jalan ambles di ruas jalan nasional Medan-Kutacane, tepatnya di lintasan Dusun Butar, Desa Balandua, Kecamatan Tanah Pinem. Adapun, penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan police line, pemasangan sandbag, dan pengisian timbunan di daerah longsoran.

Kementerian PU terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan longsor sekaligus mengantisipasi kejadian susulan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk menjaga konektivitas jalan nasional, terutama pada kawasan yang memiliki risiko bencana tinggi.