BERITA TERBARU
Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti! DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI
EDUKASI

Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi

Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi
dok. Kementrans

Peternak sapi di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak. Di sisi lain, limbah pelepah kelapa sawit belum dimanfaatkan secara optimal, padahal dapat diolah menjadi pakan alternatif untuk menekan biaya pemeliharaan sapi.

Menjawab persoalan tersebut, TEP UNAIR memberikan pelatihan pengolahan pelepah sawit menjadi silase sebagai alternatif pakan ternak. Kegiatan ini membekali peternak transmigran dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah limbah perkebunan menjadi pakan sapi.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peternak

“Saya senang dengan adanya program ini karena dapat memanfaatkan pelepah sawit. Menurut saya, program ini sangat bagus. Akan tetapi, untuk proses berkelanjutan, kami masih kekurangan orang-orang yang membantu dalam proses pembuatan silase,” ujar Misno, peternak di SP4 Prafi, Manokwari, Papua Barat (29/10/2026) dalam keterangannya.

Produk silase ini membantu menghemat tenaga peternak karena tidak perlu mencari rumput setiap hari. Melalui fermentasi selama 21 hari, pelepah sawit dapat disimpan sebagai cadangan pakan untuk digunakan saat rumput sulit diperoleh akibat hujan atau kemarau panjang.

Inisiatif TEP UNAIR sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional melalui peningkatan hasil produksi, memperluas lahan atau area produksi, serta hilirisasi guna memperkuat ketahanan pangan Indonesia . Hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo saat Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026. (24/06/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya sinergi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan.

“Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” ujar Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta (29/07/2026) lalu.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut menegaskan bahwa program Transmigrasi Patriot harus mampu menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung kepada masyarakat sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

“Transmigrasi Patriot bukanlah program elite. Ini cara negara memastikan ilmu pengetahuan hadir di lapangan, bekerja bersama rakyat, dan menghasilkan nilai ekonomi nyata, bukan hanya laporan akademik,” ujar Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara (10/02/2026) lalu.