BERITA TERBARU
Canva PHK 1.271 Karyawan, CEO Sebut Perusahaan Perlu Perombakan Besar Indonesia Tampil dengan Wajah Baru di WTM London 2026, Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global Wamentan Alim Dorong Hilirisasi Perkebunan, Bidik 90 Persen Ekspor dalam Produk Olahan Dukung Jurnalisme Berkualitas, BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana melalui BRI Fellowship Journalism 2026 Kepala BGN: MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Petani dan Peternak Lokal Rekrutmen dan Pengusulan Peserta MagangHub Batch 3 Berlangsung pada 5–11 November ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia Wamentan Alim: 3.500 Hektare PM-AAS di Grobogan Sudah Ditanami, Produktivitas Dibidik 11 Ton Rakorda se-DIY, BAZNAS RI Dorong Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki Lewat Optimasi Zakat SP PLN Gelar Pelatihan Advokasi di Medan, Cegah Konflik Ketenagakerjaan Sejak Dini
KORPORASI

POJ Kumpulkan Hampir 100 Kg Sampah dan Tanam 130 Mangrove di Pulau Untung Jawa

POJ Kumpulkan Hampir 100 Kg Sampah dan Tanam 130 Mangrove di Pulau Untung Jawa
dok. PT Pesonna Optima Jasa

PT Pesonna Optima Jasa (POJ) mengumpulkan hampir 100 kilogram sampah dari kawasan pesisir Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, dalam rangka menyambut HUT ke-12 perusahaan pada 28 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Roots and Rise” tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selain menggelar aksi bersih pantai, POJ juga menanam sebanyak 130 bibit mangrove. Kegiatan ini melibatkan Komisaris Utama POJ Hafrizal Okta Ade Putra, Direktur POJ Ferry Hariawan, jajaran pejabat, serta karyawan dan karyawati perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, POJ bekerja sama dengan OceanKita untuk memastikan sampah yang terkumpul tidak sekadar dibuang, tetapi juga dipilah dan dimanfaatkan kembali. Berbagai jenis sampah ditemukan di kawasan pesisir, mulai dari botol plastik, gelas, sedotan, kemasan sachet, styrofoam, popok, hingga jaring ikan.

Sampah tersebut kemudian dipisahkan berdasarkan jenis materialnya. Khusus sampah plastik, OceanKita melakukan proses pencucian, pengeringan, dan pemilahan ke dalam 18 kategori.

Plastik bernilai tinggi seperti botol dan gelas akan disalurkan kepada pengepul setempat untuk dimanfaatkan kembali. Sementara plastik bernilai rendah, termasuk sedotan, kantong kresek, dan styrofoam, akan diolah menjadi produk daur ulang berupa papan atau board untuk kebutuhan konstruksi.

Sebagian kantong kresek dan kemasan juga dimanfaatkan kelompok perempuan di Pulau Untung Jawa menjadi produk jahit seperti tas dan pouch. Adapun sampah yang tidak dapat didaur ulang akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Direktur POJ Ferry Hariawan mengatakan, peringatan HUT ke-12 perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam, termasuk melalui upaya mengurangi dampak emisi karbon.

Penanaman 130 bibit mangrove tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan pemeliharaan dan pemantauan oleh OceanKita selama enam bulan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, POJ berharap kolaborasi antara perusahaan, mitra, dan masyarakat dapat mendorong pengelolaan sampah sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.