POJ Kumpulkan Hampir 100 Kg Sampah dan Tanam 130 Mangrove di Pulau Untung Jawa
PT Pesonna Optima Jasa (POJ) mengumpulkan hampir 100 kilogram sampah dari kawasan pesisir Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, dalam rangka menyambut HUT ke-12 perusahaan pada 28 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Roots and Rise” tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selain menggelar aksi bersih pantai, POJ juga menanam sebanyak 130 bibit mangrove. Kegiatan ini melibatkan Komisaris Utama POJ Hafrizal Okta Ade Putra, Direktur POJ Ferry Hariawan, jajaran pejabat, serta karyawan dan karyawati perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, POJ bekerja sama dengan OceanKita untuk memastikan sampah yang terkumpul tidak sekadar dibuang, tetapi juga dipilah dan dimanfaatkan kembali. Berbagai jenis sampah ditemukan di kawasan pesisir, mulai dari botol plastik, gelas, sedotan, kemasan sachet, styrofoam, popok, hingga jaring ikan.
Sampah tersebut kemudian dipisahkan berdasarkan jenis materialnya. Khusus sampah plastik, OceanKita melakukan proses pencucian, pengeringan, dan pemilahan ke dalam 18 kategori.
Plastik bernilai tinggi seperti botol dan gelas akan disalurkan kepada pengepul setempat untuk dimanfaatkan kembali. Sementara plastik bernilai rendah, termasuk sedotan, kantong kresek, dan styrofoam, akan diolah menjadi produk daur ulang berupa papan atau board untuk kebutuhan konstruksi.

Sebagian kantong kresek dan kemasan juga dimanfaatkan kelompok perempuan di Pulau Untung Jawa menjadi produk jahit seperti tas dan pouch. Adapun sampah yang tidak dapat didaur ulang akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Direktur POJ Ferry Hariawan mengatakan, peringatan HUT ke-12 perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam, termasuk melalui upaya mengurangi dampak emisi karbon.
Penanaman 130 bibit mangrove tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan pemeliharaan dan pemantauan oleh OceanKita selama enam bulan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, POJ berharap kolaborasi antara perusahaan, mitra, dan masyarakat dapat mendorong pengelolaan sampah sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.


