BERITA TERBARU
Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok
GAYA

Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis

Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis

Seorang pelari berusia 24 tahun bernama Rachel Apa asal Lewisberry, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), meninggal dunia setelah kolaps saat mengikuti New York City Marathon 2026. Rachel diduga meninggal akibat rhabdomyolysis, kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan otot hingga kegagalan organ.

Rachel terjatuh ketika perlombaan menyisakan sekitar dua mil atau 3,2 kilometer sebelum garis finis. Ia mengikuti maraton pada Minggu (1/11) bersama tim Parkinson’s Foundation Champions untuk menggalang dana sekaligus mengenang sang kakek yang mengidap penyakit Parkinson.

Dikutip dari CNN Health dan detikhealth, Rachel merupakan atlet yang telah menjalani latihan selama berbulan-bulan. Namun, New York City Marathon menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba lari jarak jauh.

Rachel dilaporkan kolaps di Central Park, sekitar penanda jarak mil ke-24. Seorang warga sempat memberikan resusitasi jantung paru (RJP) atau CPR sebelum tim medis tiba.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) menyebut Rachel dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal pada malam hari.

Mengenal Rhabdomyolysis

Rhabdomyolysis merupakan kondisi ketika jaringan otot mengalami kerusakan sehingga protein dan zat lain di dalam sel otot dilepaskan ke aliran darah. Kondisi ini dapat membebani ginjal dan memicu komplikasi serius, termasuk gangguan jantung hingga kegagalan organ.

Salah satu pemicunya adalah aktivitas fisik berlebihan yang membuat otot bekerja melampaui kemampuannya. Gejala awal dapat berupa kelelahan, tubuh lemas, mual, muntah, dan nyeri otot.

Ayah Rachel, Steve Apa, mengungkapkan putrinya sempat mengirim pesan ketika berlari. Pada mil ke-18, Rachel menulis “Ow”, kemudian mengirim pesan “Ow ow” satu mil berikutnya. Saat mencapai mil ke-23, ia masih mengirim pesan “final stretch”.

New York Road Runners menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan komunitas lari yang ditinggalkan Rachel.

Sementara itu, kantor pemeriksa medis New York masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya.