Ibas Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Visioner dan Kerja Sama Indonesia-Singapura
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menekankan pentingnya kepemimpinan visioner, keberlanjutan kebijakan pembangunan, serta penguatan kerja sama Indonesia dan Singapura dalam menghadapi tantangan global.
Seperti dikutip dari situs resmi MPR RI, mpr.go.id, pesan tersebut disampaikan Ibas dalam diskusi bersama akademisi dan peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Rabu (7/10/2026). Pertemuan itu membahas dinamika geopolitik, pembangunan nasional, kebijakan ekonomi, serta penguatan peran ASEAN di tengah persaingan global.
Dalam diskusi bertema “Indonesia’s Strategic Outlook: Navigating Geopolitical Competition and Strengthening ASEAN Centrality” tersebut, Ibas menilai hubungan Indonesia dan Singapura memiliki arti strategis bagi stabilitas kawasan. Kerja sama kedua negara dinilai penting dalam sektor perdagangan, investasi, ketahanan energi, pangan, dan pertumbuhan ekonomi.
“Indonesia tidak bisa membangun masa depannya sendirian. Kita membutuhkan kerja sama dengan Singapura dan negara-negara ASEAN lainnya untuk memperkuat ketahanan kawasan, membuka peluang ekonomi, dan menjawab tantangan yang semakin kompleks,” ujar Ibas.

Selain menyoroti hubungan bilateral, Ibas menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan dan ambisi. Menurutnya, pemimpin harus mampu mendengarkan aspirasi masyarakat, merumuskan visi yang jelas, membangun konsensus, serta memastikan kebijakan memberikan manfaat nyata.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesinambungan pembangunan di tengah pergantian pemerintahan. Perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang perlu saling terhubung agar arah strategis pembangunan nasional tetap terjaga.
“Pemimpin datang dan pergi, tetapi bangsa ini harus terus berjalan maju. Kita memerlukan keberlanjutan kebijakan, tanpa kehilangan kemampuan untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan beradaptasi terhadap perubahan zaman,” katanya.
Dalam bidang ekonomi, Ibas menilai pertumbuhan tidak boleh hanya diukur melalui produk domestik bruto (PDB) atau besarnya investasi. Pertumbuhan juga harus tercermin dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, pemerataan kesempatan, dan perlindungan masyarakat rentan.
Ibas turut menekankan pentingnya disiplin fiskal dan kualitas belanja negara. Menurutnya, setiap anggaran harus dikelola secara terukur, disertai pengawasan dan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Di tengah perubahan iklim dan ketidakpastian rantai pasok global, ia juga mendorong penguatan ketahanan pangan, energi, serta pengembangan ekonomi hijau dan maritim.
Ibas berharap kerja sama Indonesia-Singapura semakin berkembang melalui investasi, pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pembangunan serta memperluas akses pendidikan dan peluang pengembangan kompetensi.
Diskusi tersebut turut menjadi momentum bagi Ibas untuk kembali menjalin hubungan dengan RSIS, tempat ia pernah menempuh pendidikan sekitar 19 tahun lalu.


