BERITA TERBARU
Mohamed Salah Dikabarkan Bakal Dapat Dua Penghargaan Langka di Turki Mengenal Senat AS, Lembaga Penting yang Diperebutkan Trump dan Demokrat Canva PHK 1.271 Karyawan, CEO Sebut Perusahaan Perlu Perombakan Besar Indonesia Tampil dengan Wajah Baru di WTM London 2026, Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global Wamentan Alim Dorong Hilirisasi Perkebunan, Bidik 90 Persen Ekspor dalam Produk Olahan Dukung Jurnalisme Berkualitas, BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana melalui BRI Fellowship Journalism 2026 Kepala BGN: MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Petani dan Peternak Lokal Rekrutmen dan Pengusulan Peserta MagangHub Batch 3 Berlangsung pada 5–11 November ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia Wamentan Alim: 3.500 Hektare PM-AAS di Grobogan Sudah Ditanami, Produktivitas Dibidik 11 Ton
INTERNASIONAL

Mengenal Senat AS, Lembaga Penting yang Diperebutkan Trump dan Demokrat

Mengenal Senat AS, Lembaga Penting yang Diperebutkan Trump dan Demokrat
dok. voa indonesia

Senat menjadi salah satu lembaga penting dalam sistem pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang diperebutkan kubu Presiden Donald Trump dan kelompok oposisi dalam pemilihan umum. Sebagai majelis tinggi Kongres AS, Senat memiliki kewenangan besar dalam menentukan arah kebijakan dan pemerintahan negara tersebut.

Senat AS terdiri atas 100 anggota yang mewakili 50 negara bagian. Setiap negara bagian memiliki dua senator, terlepas dari jumlah penduduk maupun luas wilayahnya. Para senator menjabat selama enam tahun dengan sistem pemilihan bergantian untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan lembaga.

“Senat Amerika Serikat terdiri atas dua Senator dari setiap negara bagian, yang dipilih oleh rakyat negara bagian tersebut, untuk masa jabatan enam tahun; dan setiap Senator memiliki satu suara,” demikian ketentuan Konstitusi AS Pasal 1 Bagian 3 sebagaimana telah diubah.

Sebelum Amandemen ke-17 disahkan pada 1913, senator dipilih oleh badan legislatif negara bagian. Setelah perubahan konstitusi tersebut, pemilihan senator dilakukan secara langsung oleh masyarakat.

Senat memiliki kewenangan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dalam membahas dan mengesahkan undang-undang. Namun, lembaga ini juga memiliki sejumlah kekuasaan khusus yang membuat posisinya sangat strategis dalam pemerintahan.

Salah satunya adalah memberikan persetujuan atau penolakan terhadap calon pejabat eksekutif dan yudisial yang diajukan presiden. Senat juga berwenang menyetujui perjanjian internasional yang dinegosiasikan pemerintah AS.

Selain itu, Senat menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki kewenangan mengadili proses pemakzulan pejabat federal.

Besarnya kekuasaan tersebut membuat penguasaan kursi Senat menjadi penting bagi Trump dan Partai Demokrat. Hasil pemilu paruh waktu dapat memengaruhi kemampuan presiden menjalankan agenda politiknya.

Dalam pemilu paruh waktu AS pada Selasa (3/11) waktu setempat, Partai Demokrat dilaporkan meraih kemenangan. Kandidat senator Abdul El Sayed juga disebut unggul atas kandidat Partai Republik dalam penghitungan suara sementara.

Sementara itu, terdapat tiga syarat utama untuk menjadi senator AS. Berdasarkan informasi US Capitol, calon senator harus berusia minimal 30 tahun, menjadi warga negara AS selama setidaknya sembilan tahun, serta merupakan penduduk negara bagian yang diwakilinya ketika terpilih.