BERITA TERBARU
Kementerian PU Normalisasi Kantong Lumpur Bendung Notog, Tingkatkan Kapasitas Irigasi 25.180 Hektare di Tegal Mentan Amran Buru Mafia Pangan, 340 Aduan Masuk Lewat Lapor Pak Amran Dai Muda Unisba Apresiasi Mentan Amran Lindungi Peternak, Kepastian Pasokan Pakan Jadi Prioritas 6 Cara Mengosongkan Storage iPhone yang Penuh agar Kinerja HP Kembali Optimal Trump Klaim AS Bisa Jadi Penguasa Iran, Sebut Kuasai Selat Hormuz Tumbuh Bersama Klasterku Hidupku, Komoditas Alpukat Angkat Taraf Hidup Petani di Kecamatan Sumberejo Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Shin Tae Yong Bongkar Taktik Persija Atasi Rumput JIS saat Kalahkan Persebaya Keanu Reeves Kembali Jadi John Wick, Kali Ini dalam Film Prekuel Animasi
NASIONAL

Dai Muda Unisba Apresiasi Mentan Amran Lindungi Peternak, Kepastian Pasokan Pakan Jadi Prioritas

Dai Muda Unisba Apresiasi Mentan Amran Lindungi Peternak, Kepastian Pasokan Pakan Jadi Prioritas
dok. Kementan

Dai Muda Universitas Islam Bandung (Unisba), Abdul Malik Hamzah, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memberikan kepastian pasokan pakan dan memperkuat tata kelola usaha peternakan rakyat di Blitar, Jawa Timur.

Menurut Malik, langkah pemerintah tersebut menunjukkan keberpihakan terhadap peternak rakyat yang selama ini menghadapi persoalan ketersediaan dan stabilitas harga bahan baku pakan, khususnya jagung.

Apresiasi itu disampaikan menyusul dialog langsung Mentan Amran dengan para peternak di Blitar. Dalam kesempatan tersebut, Amran merespons berbagai aspirasi peternak sekaligus menyampaikan langkah konkret pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan.

“Pak Menteri betul-betul menepati janji kepada para peternak yang datang ke Jakarta beberapa waktu lalu. Ini langkah yang sangat istiqamah. Artinya, aspirasi peternak tidak berhenti menjadi pembicaraan tetapi ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata,” kata Malik, Kamis, 5 November 2026.

Malik menilai, kepastian pasokan pakan merupakan persoalan mendasar bagi keberlangsungan usaha peternakan rakyat. Sebab, tingginya biaya pakan dapat menekan keuntungan peternak, bahkan mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Karena itu, ia menilai rencana pemerintah mengintegrasikan petani, koperasi, dan peternak dalam satu rantai pasok merupakan langkah strategis. Skema tersebut diharapkan mampu mempertemukan kepentingan petani jagung sebagai produsen dengan peternak sebagai pengguna bahan baku pakan.

Dalam skema tersebut, ketika produksi jagung melimpah, kelebihan hasil panen akan diserap Bulog dan disimpan melalui mekanisme resi gudang. Dengan demikian, hasil produksi petani memiliki kepastian pasar, sementara kebutuhan jagung untuk pakan ternak dapat dijaga ketersediaannya.

Malik juga menekankan pentingnya memperkuat koperasi yang sudah berjalan. Menurutnya, koperasi tidak perlu dibubarkan atau diganti, melainkan diperkuat agar mampu menjadi penghubung antara petani jagung dan peternak.

“Koperasi harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Jangan justru membubarkan koperasi yang sudah berjalan. Yang diperlukan adalah memperkuat kelembagaannya agar mampu menghubungkan produksi jagung petani dengan kebutuhan pakan peternak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Malik mengapresiasi instruksi Mentan Amran terkait pengembangan jagung seluas 500 hektare serta pemenuhan pasokan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi koperasi peternak di Blitar, Magetan, dan Lamongan.

“Instruksi Pak Menteri dalam pengembangan jagung seluas 500 hektare hingga pemenuhan pasokan jagung SPHP bagi koperasi peternak di Blitar, Magetan, dan Lamongan adalah langkah konkret. Ini menunjukkan pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan peternak dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat berjalan konsisten dan menjangkau lebih banyak peternak rakyat. Menurutnya, perlindungan terhadap peternak tidak cukup hanya melalui bantuan sesaat, tetapi harus dibangun melalui sistem pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

Malik menambahkan, sinergi antara petani, koperasi, peternak, Bulog, dan pemerintah menjadi kunci membangun ekosistem pangan yang saling menguatkan.

“Petani membutuhkan kepastian pasar, peternak membutuhkan kepastian pakan, dan masyarakat membutuhkan harga pangan yang terjangkau. Ketiganya harus berjalan beriringan. Inilah pentingnya negara hadir membangun tata kelola pangan yang berpihak kepada ekonomi rakyat,” pungkasnya.