Mendengarkan Podcast Saat Tidur, Bermanfaat atau Justru Mengganggu Istirahat?
Mendengarkan podcast sebelum tidur menjadi kebiasaan bagi sebagian orang yang sulit terlelap dalam suasana hening. Suara percakapan, cerita pengantar tidur, hingga siniar komedi kerap dipilih untuk membantu menenangkan pikiran. Namun, kebiasaan mendengarkan podcast saat tidur ternyata tidak selalu memberikan manfaat bagi kualitas istirahat.
Sejumlah aplikasi audio kini menyediakan fitur buku audio (audiobook) dan cerita pengantar tidur yang dilengkapi suara latar menenangkan. Pengguna juga dapat mengatur waktu pemutaran agar podcast berhenti secara otomatis setelah beberapa menit. Fitur tersebut memungkinkan pendengar menikmati audio tanpa harus memutarnya sepanjang malam.
Psikolog sekaligus penulis buku Navigating Sleeplessness, Lindsay Browning, menilai mendengarkan podcast dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat, terutama bagi orang yang mengalami kecemasan atau kesulitan tidur.
Mengutip Refinery29, Browning menjelaskan bahwa siniar dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang terus bekerja. Dengan mendengarkan topik lain, seseorang memiliki kesempatan untuk sejenak melepaskan diri dari kekhawatiran yang mengganggu waktu istirahat.
Meski demikian, kebiasaan ini perlu diperhatikan apabila justru membuat seseorang semakin sulit tidur. Otak dapat tetap aktif ketika berusaha memahami percakapan atau mengikuti alur cerita yang diputar. Selain itu, suara yang muncul saat seseorang mulai terlelap berpotensi mengganggu tidur.
Karena itu, sejumlah konten audio dirancang khusus sebagai teman tidur. Cerita pengantar tidur biasanya menggunakan suara lembut, tempo lambat, dan alur yang tidak terlalu menarik perhatian. Beberapa di antaranya juga memanfaatkan teknik autonomous sensory meridian response (ASMR) untuk menciptakan sensasi relaksasi melalui suara tertentu.

Namun, bukan berarti podcast lain tidak boleh didengarkan sebelum tidur. Menurut Browning, siniar yang menghibur, termasuk komedi, dapat membantu mengalihkan perhatian seseorang dari kecemasan yang sedang dirasakan.
Di sisi lain, orang yang terus-menerus mengalami gangguan tidur perlu berhati-hati. Mendengarkan audio setiap kali hendak tidur berpotensi membentuk kebiasaan yang membuat seseorang merasa tidak mampu terlelap tanpa suara.
Kondisi tersebut juga dapat membuat otak mengaitkan waktu di tempat tidur dengan aktivitas menyimak, bukan beristirahat. Akibatnya, seseorang justru berusaha tetap terjaga untuk mengikuti isi podcast meskipun tubuh sudah mengantuk.
Oleh karena itu, mendengarkan podcast sebelum tidur perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Jika audio membantu menenangkan pikiran, penggunaan suara yang lembut dan pengatur waktu dapat menjadi pilihan. Namun, apabila kebiasaan tersebut justru mengganggu istirahat, tidur dalam suasana hening bisa menjadi alternatif yang lebih tepat.


