5 Cara Deteksi Dini Kanker Payudara, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat
Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai perempuan. Penyakit ini dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, deteksi dini kanker payudara penting dilakukan agar perubahan yang mencurigakan dapat diketahui dan segera diperiksa oleh tenaga medis.
Salah satu tanda kanker payudara yang paling umum adalah munculnya benjolan baru. Namun, penyakit ini juga dapat ditandai dengan perubahan bentuk payudara, kondisi kulit, hingga puting.
Ada sejumlah cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengenali perubahan pada payudara. Berikut lima cara deteksi dini kanker payudara yang perlu diketahui.
- Pertama, kenali bentuk dan kondisi normal payudara. Mengutip informasi dari American Cancer Society, penting untuk memahami kondisi payudara sendiri, mulai dari bentuk, ukuran, tekstur, hingga posisi puting. Pengetahuan tersebut dapat membantu seseorang lebih mudah menyadari apabila muncul perubahan baru yang tidak biasa.
- Kedua, periksa kemungkinan munculnya benjolan di payudara maupun ketiak. Benjolan yang berkaitan dengan kanker sering kali terasa keras, tidak mudah digerakkan, dan memiliki bentuk tidak beraturan. Meski demikian, tidak semua benjolan merupakan kanker sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan.
- Ketiga, amati perubahan kulit payudara. Kulit yang tampak mengerut, berlekuk, menebal, memerah, atau menyerupai kulit jeruk perlu diwaspadai. Perubahan tersebut dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada jaringan payudara.
- Keempat, perhatikan kondisi puting. Puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam, berubah bentuk, atau mengeluarkan cairan tanpa dipencet, terutama bercampur darah, sebaiknya segera diperiksakan.
- Kelima, lakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara rutin. Pemeriksaan dapat dilakukan di depan cermin untuk mengamati perubahan bentuk dan kulit payudara. Selanjutnya, gunakan bantalan jari untuk meraba seluruh bagian payudara hingga area ketiak.

Bagi perempuan yang masih menstruasi, SADARI dapat dilakukan beberapa hari setelah menstruasi selesai. Sementara itu, perempuan yang sudah menopause dapat memilih tanggal tertentu setiap bulan.
Meski demikian, SADARI bukan pemeriksaan untuk memastikan kanker payudara. Pemeriksaan skrining sesuai rekomendasi tenaga medis tetap diperlukan karena kanker payudara tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal.
Jika menemukan perubahan yang tidak biasa, segera konsultasikan kepada dokter. Deteksi dini dapat membantu menemukan kanker lebih cepat sehingga penanganan medis dapat dilakukan sesegera mungkin.


