Kenali Gejala Kekurangan Oksigen dan Bahayanya bagi Tubuh
Oksigen merupakan kebutuhan utama tubuh untuk menjaga organ tetap bekerja dengan baik. Ketika pasokan oksigen berkurang, tubuh dapat mengalami gangguan yang berdampak pada berbagai jaringan, termasuk otak dan jantung. Jika berlangsung parah atau dalam waktu lama, kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan organ.
Dalam dunia medis, kekurangan oksigen berkaitan dengan dua kondisi, yakni hipoksemia (hypoxemia) dan hipoksia (hypoxia). Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki pengertian berbeda.
Mengutip Mayo Clinic, hipoksemia adalah kondisi ketika kadar oksigen dalam darah arteri berada di bawah normal. Sementara itu, hipoksia terjadi ketika jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsinya.
Hipoksemia dapat menyebabkan hipoksia, tetapi keduanya tidak selalu terjadi secara bersamaan. Hipoksia juga dapat muncul ketika aliran darah menuju jaringan terganggu, meskipun kadar oksigen dalam darah masih normal.
Gejala Kekurangan Oksigen yang Perlu Diwaspadai
Gejala kekurangan oksigen dapat berbeda pada setiap orang, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Salah satu tanda yang paling umum adalah sesak napas atau kesulitan bernapas.
Selain itu, seseorang dapat mengalami napas cepat, jantung berdebar, sakit kepala, pusing, hingga tubuh terasa lemas. Dalam kondisi tertentu, kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan perubahan warna kulit menjadi kebiruan, terutama pada bibir atau kuku.
Mengutip MedlinePlus, gangguan pernapasan dan perubahan kondisi mental dapat menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian medis.
Jika kekurangan oksigen semakin parah, seseorang berisiko mengalami penurunan kesadaran, gangguan fungsi organ, hingga kondisi yang mengancam jiwa.

Penyebab Kekurangan Oksigen pada Tubuh
Kekurangan oksigen dapat dipicu berbagai kondisi, terutama gangguan yang memengaruhi paru-paru dan sistem peredaran darah.
Beberapa penyebabnya meliputi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, asma berat, gangguan jantung, serta kondisi tertentu yang menghambat aliran darah.
Gangguan pernapasan saat tidur dan berada di dataran tinggi juga dapat memengaruhi kadar oksigen dalam tubuh.
Kapan Harus Mendapatkan Pertolongan Medis?
Sesak napas berat, bibir kebiruan, nyeri dada, kebingungan mendadak, atau penurunan kesadaran merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Kekurangan oksigen bukan kondisi yang boleh disepelekan. Mengenali gejala sejak awal dan mendapatkan penanganan sesuai penyebabnya dapat membantu mencegah komplikasi serius.


