BERITA TERBARU
Malaysia Periksa 11 SPBU di Kedah Usai BBM Diduga Tercampur Air Airlangga Hartarto Mulai Gunakan Maung Pindad sebagai Mobil Dinas Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk Jelang Rakornas, BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola UPZ untuk Perluas Manfaat Zakat Iran-Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Siapkan Bursa Rubel dan Pinjaman US$20 Miliar Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai Kemenpar Perkuat Kemampuan Digital Pimpinan Guna Perkuat Tata Kelola Pariwisata Mas Dar: Temuan Faktual Ombudsman Sangat Membantu Perbaikan MBG Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum Ketenagakerjaan Sekolah Rakyat Menjadi Wadah Pendidikan yang Membentuk Bakat dan Budi Pekerti Bagi Anak
TREN

Malaysia Periksa 11 SPBU di Kedah Usai BBM Diduga Tercampur Air

Malaysia Periksa 11 SPBU di Kedah Usai BBM Diduga Tercampur Air
dok. Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Malaysia memeriksa 11 SPBU BBM usai ramai dugaan BBM di negara bagian Kedah dioplos dengan air. (CNN Indonesia)

Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Malaysia melakukan pemeriksaan terhadap 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kedah setelah muncul keluhan warga terkait dugaan bahan bakar minyak (BBM) tercampur air.

Inspeksi dilakukan menyusul laporan sejumlah pengendara yang mengaku mengalami masalah hingga kerusakan kendaraan setelah mengisi bahan bakar di beberapa SPBU di negara bagian tersebut.

Direktur Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Kedah, Nizam Jamaludin, mengatakan tim penegak hukum telah mengambil sampel BBM dari tangki penyimpanan maupun pompa yang diduga berkaitan dengan keluhan masyarakat.

“Tim penegak hukum kementerian melakukan inspeksi di 11 stasiun bensin hari ini dan mengambil sampel bahan bakar dari tangki atau pompa yang terlibat untuk analisis lebih lanjut,” kata Nizam, seperti dikutip Free Malaysia Today.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah SPBU Petron dan Caltex yang berada di Alor Setar, Kubang Pasu, Sungai Petani, serta Kulim. Petugas juga memeriksa tanda terima pasokan bahan bakar, catatan penjualan, dan sejumlah dokumen terkait.

Dari pemeriksaan awal, petugas belum menemukan indikasi adanya air dalam tangki penyimpanan BBM. Pengecekan dilakukan menggunakan metode pencelupan manual serta sistem Pengukur Tangki Otomatis.

“Inspeksi awal menggunakan metode pencelupan manual dan pengecekan pembacaan sistem Pengukur Tangki Otomatis tidak menunjukkan adanya indikasi air di dalam tangki penyimpanan bahan bakar yang diperiksa,” ujar Nizam.

Meski demikian, pemerintah Malaysia belum menghentikan penyelidikan. Sampel BBM yang telah diambil akan dikirim ke Departemen Kimia Malaysia untuk menjalani analisis lebih lanjut.

Selain itu, sampel juga akan diperiksa oleh laboratorium perusahaan minyak terkait. Hasil pengujian nantinya akan menjadi bagian dari evaluasi sebelum pemerintah menentukan tindakan berikutnya.

Sebelumnya, isu BBM tercampur air mencuat setelah warga Malaysia melaporkan adanya air di dalam tangki bensin RON95 di sebuah SPBU di Batu Kawan, Penang. Keluhan tersebut kemudian berkembang setelah sejumlah pengendara mengaku kendaraan mereka mengalami kerusakan usai mengisi BBM.

Pemerintah Malaysia kini menunggu hasil analisis laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kendaraan dan mengetahui apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.