BERITA TERBARU
Basarnas Hentikan Penyelaman Cari Korban KM Virgo Transport 8 75 WNA Asal China Dievakuasi ke Polda Sulteng Usai Bentrok di Morowali Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru Kementerian PU Layani Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Palue, NTT Siti Fauziah Serahkan Jabatan Plt Sekjen MPR RI kepada Heri Herawan Summer Course 2026: Kolaborasi Internasional Merancang Masa Depan Kawasan Transmigrasi Hijau di Barelang Menpar Dorong Penguatan Langkah Kolaboratif Kembangkan Wisata Olahraga Tanah Air Demo Pelajar Prancis Makin Ricuh, Polisi Sebut Gerakan Sudah Tak Terkendali Dari Catatan Kertas ke Digital, TEP UI Bantu Permudah Rujukan Pasien di Teluk Wondama Armada Camp Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor 2026: Merawat Keakraban, Menguatkan Filantropi, dan Melahirkan Entrepreneur Muda
TREN

Basarnas Hentikan Penyelaman Cari Korban KM Virgo Transport 8

Basarnas Hentikan Penyelaman Cari Korban KM Virgo Transport 8
dok. CNN Indonesia

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghentikan operasi penyelaman untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang masih hilang. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi korban dan struktur kapal mengalami perubahan sehingga pencarian bawah air dinilai tidak lagi efektif.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan kondisi korban pada beberapa hari pertama operasi masih memungkinkan untuk dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam. Korban yang berhasil dikeluarkan masih dapat diterima tim SAR di permukaan air.

“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung,” kata Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 di Banjarmasin, Sabtu (3/10) malam.

Namun, kondisi tersebut berubah seiring struktur kapal yang terus mengalami perubahan sejak hari pertama pencarian. Situasi di dalam kapal kini membuat proses evakuasi menjadi semakin sulit dan berisiko bagi penyelam.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujarnya.

Basarnas menyebut kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan. Dalam tiga hari terakhir, tim penyelam juga tidak kembali menemukan korban.

Informasi ini berdasarkan kanal youtube tvOneNews yang memberitakan perkembangan operasi SAR dan upaya Basarnas dalam mencari para korban.

Meski operasi penyelaman dihentikan, pencarian korban tetap dilanjutkan. Tim SAR akan memfokuskan pencarian pada wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus laut.

Wilayah pencarian mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.

Syafii berharap pemilik kapal segera melakukan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberadaan korban yang diduga masih berada di dalam kapal sekaligus memudahkan proses evakuasi.

Hingga hari ke-22 operasi SAR, Minggu pukul 17.30 WITA, sebanyak 190 orang telah ditemukan. Rinciannya 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia, sementara 53 korban lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.