BERITA TERBARU
Armada Camp Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor 2026: Merawat Keakraban, Menguatkan Filantropi, dan Melahirkan Entrepreneur Muda Instagram Pemain Bangladesh Diserbu Netizen Indonesia Usai Kalah 2-9 Komdigi Ungkap Sisa Kuota di Tiga Operator Belum Sepenuhnya Terlindungi Menpar: WIG Artisan Market Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan Barelang Jadi Ruang Belajar Global untuk Transformasi Kawasan Transmigrasi Bendungan Batutegi Dukung Air Baku Perkotaan dan Irigasi 66 Ribu Hektar Ekonomi NTB Menguat, Ekspor Januari-Agustus 2026 Tembus US$1,69 Miliar Di Tengah Kesibukan, Warga Manfaatkan PELATARAN untuk Urusan Pertanahan saat Akhir Pekan 2.000 Anak Muda Ikuti Senam Sehat Kawula Muda di Sleman Starlux Airlines Buka Rute Taipei-Bali, Terbang 5 Kali Sepekan
EDUKASI

Armada Camp Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor 2026: Merawat Keakraban, Menguatkan Filantropi, dan Melahirkan Entrepreneur Muda

Armada Camp Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor 2026: Merawat Keakraban, Menguatkan Filantropi, dan Melahirkan Entrepreneur Muda
dok. IAI Hamzanwadi Pancor

Program Studi Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang memadukan keakraban, pengalaman alumni, kewirausahaan, dan kepedulian sosial melalui kegiatan Armada Camp Manajemen Dakwah 2026 di Dusun Dasan Baru, Desa Sapit.

Armada Camp 2026 tidak hanya menjadi kegiatan perkenalan dan kebersamaan mahasiswa Manajemen Dakwah, tetapi juga dirancang sebagai ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan para alumni yang saat ini telah menekuni dunia entrepreneurship. Melalui sesi berbagi pengalaman atau sharing session, para alumni mengajak mahasiswa melihat berbagai persoalan yang hadir di tengah masyarakat sebagai ruang untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan peluang usaha.

Dalam sesi tersebut, para alumni menceritakan perjalanan mereka dalam membangun usaha, menghadapi tantangan, membaca kebutuhan masyarakat, serta mengubah berbagai problem sosial menjadi peluang untuk menghadirkan solusi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membuka cara pandang mahasiswa bahwa lulusan Manajemen Dakwah tidak hanya dipersiapkan untuk bekerja pada lembaga formal, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur, social entrepreneur, dan penggerak masyarakat.

Suasana Armada Camp semakin terasa hangat karena setiap sesi berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Mahasiswa dan alumni tidak ditempatkan dalam hubungan yang kaku, tetapi dalam ruang dialog yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman, gagasan, dan motivasi.

Selain menghadirkan alumni sebagai narasumber, Armada Camp 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat lembaga-lembaga filantropi yang dikembangkan oleh Program Studi Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor. Salah satunya adalah Unit Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shadaqah (UPZIS) Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor.

UPZIS tersebut merupakan lembaga yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai pengelolaan filantropi Islam. Mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang zakat, infak, dan sedekah di ruang kelas, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengorganisasian, pengumpulan, pengelolaan, serta penyaluran dana filantropi kepada pihak yang membutuhkan.

Orientasi UPZIS Manajemen Dakwah adalah membangun lembaga filantropi yang dikelola oleh mahasiswa, diperuntukkan bagi mahasiswa, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan UPZIS sekaligus menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan manajemen, kepemimpinan, komunikasi, fundraising, pelayanan sosial, dan pengelolaan organisasi.

Melalui Armada Camp, semangat tersebut kembali diperkuat. Filantropi tidak dipahami semata-mata sebagai kegiatan memberikan bantuan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun solidaritas sosial dan menghadirkan solusi atas persoalan yang ada di masyarakat.

Kegiatan Armada Camp 2026 turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor serta Kepala Dusun Dasan Baru, Desa Sapit. Kehadiran unsur kampus dan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara institusi pendidikan dengan masyarakat.

Ketua Program Studi Manajemen Dakwah dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang tidak berhenti di dalam kelas. Mahasiswa Manajemen Dakwah perlu hadir di tengah masyarakat, membaca realitas sosial, membangun jejaring, serta mengembangkan kemampuan untuk menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, kehadiran Kepala Dusun Dasan Baru menjadi simbol keterbukaan masyarakat terhadap kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat membangun pengalaman sosial yang lebih nyata sekaligus memperkuat kemitraan antara Program Studi Manajemen Dakwah dengan masyarakat Desa Sapit.

Armada Camp 2026 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan perkemahan mahasiswa. Ia menjadi ruang belajar, bertemu, berbagi, dan membangun gagasan.

Dari pengalaman alumni, mahasiswa belajar tentang keberanian menjadi entrepreneur. Dari masyarakat, mahasiswa belajar membaca persoalan nyata. Dari UPZIS, mahasiswa belajar tentang filantropi dan pengelolaan organisasi. Sedangkan dari kebersamaan selama Armada Camp, mahasiswa belajar bahwa perubahan sosial membutuhkan kerja kolektif, kepedulian, dan keakraban.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor terus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kepedulian sosial, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Armada Camp 2026 menjadi salah satu langkah kecil untuk menyiapkan Manajemen Dakwah yang tidak hanya berbicara tentang masyarakat, tetapi hadir bersama masyarakat dan bekerja untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.