75 WNA Asal China Dievakuasi ke Polda Sulteng Usai Bentrok di Morowali
Sebanyak 75 warga negara asing (WNA) asal China yang bekerja di PT Astima Konstruksi (Askon) dievakuasi ke Mako Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) setelah terlibat bentrokan dengan warga di Kabupaten Morowali.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini membenarkan evakuasi tersebut. Puluhan WNA itu dibawa ke Mako Polda Sulteng untuk menjalani pemeriksaan terkait insiden yang terjadi.
“Iya benar, kita telah mengevakuasi 75 (WNA) serta telah membawa WNA tersebut ke Mako Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Reza dalam keterangannya, Minggu (4/10).
Saat ini, personel gabungan masih disiagakan di lokasi bentrokan. Penempatan aparat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan maupun perkembangan situasi yang tidak diinginkan.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (3/10), terdapat empat orang yang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari tiga warga negara Indonesia (WNI) dan satu WNA. Polisi menyebut satu WNA yang mengalami luka masih menjalani perawatan.
Selain melakukan evakuasi, aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memeriksa keberadaan para WNA. Pemeriksaan tersebut mencakup dokumen perjalanan serta kelengkapan administrasi.
Informasi mengenai jajaran kepolisian di wilayah Sulawesi Tengah juga tersedia melalui Portal Humas Divisi Humas Polri, yang memuat profil Polda Sulteng beserta kanal resmi kepolisian di wilayah tersebut. Portal Humas Divisi Humas Polri
Reza mengatakan Polres Morowali akan menangani perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi secara intensif dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Kami juga terus akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara intensif serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan menahan diri. Warga diminta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Percayakan penanganan kejadian ini kepada pihak Kepolisian dan mari bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” kata Reza.


