BERITA TERBARU
YouTube Ubah Algoritma Shorts, Konten Reupload Bakal Dibatasi BAZNAS Berhasil Kembangkan Usaha Mi Ayam UMKM Binaan hingga Raih Omzet Rp18 Juta Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan Enam Wilayah KAI Catat Pertumbuhan Dua Digit, Mobilitas Kereta Api Menguat dari Jawa hingga Sumatra Mantan Anggota CIA Ditangkap, 300 Batang Emas Senilai Rp716 Miliar Disita Syahrini Ungkap Alasan Kembali ke Panggung Setelah 7 Tahun Hiatus Bersertifikat Hijau dan Terkurasi, Furnitur dan Kriya Berdaya Saing Tinggi Siap Tampil di TEI ke-41 Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut Menaker Tegaskan Pelatihan Vokasi Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja Kanwil BPN DKI Jakarta Serahkan 25 Sertipikat Hak Pakai Aset Pemprov DKI Senilai Rp1,1 Triliun
NASIONAL

Enam Wilayah KAI Catat Pertumbuhan Dua Digit, Mobilitas Kereta Api Menguat dari Jawa hingga Sumatra

Enam Wilayah KAI Catat Pertumbuhan Dua Digit, Mobilitas Kereta Api Menguat dari Jawa hingga Sumatra
dok. KAI

Aktivitas pelanggan di stasiun mencapai 89,95 juta sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 8,51 persen

Pertumbuhan perjalanan kereta api sepanjang 2026 berlangsung di berbagai koridor Jawa dan Sumatra. Sepanjang Januari–September 2026, stasiun-stasiun KAI mencatat 89.951.806 aktivitas pelanggan naik dan turun, meningkat 8,51 persen dibandingkan 82.898.440 aktivitas pada periode yang sama tahun 2025.

Yang menarik, enam wilayah kerja mencatat pertumbuhan dua digit. Di Jawa, Daop 2 Bandung tumbuh 10,42 persen, Daop 5 Purwokerto 11,35 persen, dan Daop 6 Yogyakarta 11,00 persen. Di Sumatra, Divre II Sumatera Barat tumbuh 22,21 persen, Divre III Palembang 10,31 persen, dan Divre IV Tanjungkarang 14,07 persen.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan perjalanan memiliki karakter yang berbeda di setiap wilayah.

“Enam wilayah tumbuh dua digit dengan karakter perjalanan yang berbeda. Ini penting karena kebutuhan mobilitas berkembang dari kota besar hingga koridor regional di Jawa dan Sumatra,” ujar Anne.

Pertumbuhan tertinggi terjadi di Divre II Sumatera Barat sebesar 22,21 persen, dari sekitar 2,84 juta aktivitas menjadi 3,47 juta aktivitas. Di Jawa, pertumbuhan Daop 5 Purwokerto dan Daop 6 Yogyakarta sama-sama berada di atas 11 persen. Sementara Jakarta tetap mencatat volume terbesar dengan 18,06 juta aktivitas pelanggan dan tumbuh 6,06 persen.

Angka aktivitas tersebut menghitung pelanggan yang naik dan turun di stasiun, sehingga menggambarkan intensitas pergerakan pada masing-masing wilayah dan berbeda dari jumlah pelanggan KAI Group. Pada level grup, KAI Group melayani 394.443.300 pelanggan sepanjang Januari–September 2026, naik 7,06 persen dari 368.429.917 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pergerakan kereta api tersebut berjalan dalam konteks mobilitas masyarakat Indonesia yang tinggi. BPS mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026, tumbuh 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan yang sama mencapai 1,60 juta kunjungan.

Pola pertumbuhan antarwilayah memberi KAI informasi untuk membaca kebutuhan kapasitas dan pelayanan secara lebih spesifik. Wilayah dengan aktivitas wisata memiliki pola berbeda dari kawasan commuter maupun koridor regional. Data tersebut digunakan bersama tingkat okupansi, pola keberangkatan, musim liburan, serta kapasitas stasiun dalam menyiapkan layanan.

Secara bulanan, aktivitas pelanggan nasional tertinggi sepanjang Januari–September 2026 terjadi pada Maret dengan 11.505.570 aktivitas, sementara Juni dan Juli masing-masing berada pada sekitar 10,97 juta dan 10,80 juta aktivitas.

“Pertumbuhan wilayah memberi kami peta yang lebih jelas mengenai ke mana mobilitas bergerak. Dari sana, layanan dapat disiapkan sesuai karakter perjalanan masing-masing koridor,” tutup Anne.