BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT

KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT
dok. PT KAI

Evaluasi dan Perbaikan Sistem Operasional untuk Memperkuat Keselamatan Perjalanan Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendukung dan bersikap kooperatif dalam proses investigasi keselamatan yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Bekasi Timur.

Bagi KAI, investigasi keselamatan bukan berhenti pada mengetahui apa yang terjadi, tetapi menjadi bagian penting untuk memastikan langkah perbaikan dilakukan secara tepat dan mencegah kejadian serupa terulang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KAI menghargai proses investigasi yang dilakukan KNKT secara independen dan komprehensif. KAI juga siap menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan sesuai kewenangan dan tanggung jawab perusahaan.

“KAI sangat kooperatif dalam setiap proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. Kami menerima rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti secara serius. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” ujar Anne.

Selama proses investigasi berlangsung, KAI juga telah melakukan sejumlah langkah antisipasi keselamatan, antara lain percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui koordinasi dengan pihak terkait, pemberlakuan pembatasan operasi (BLB) di wilayah Bekasi, serta koordinasi berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terkait aspek prasarana.

KNKT telah menyampaikan rekomendasi keselamatan berdasarkan hasil investigasi dan analisis yang dilakukan. KAI akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut melalui evaluasi dan penyempurnaan pada aspek yang menjadi kewenangan perusahaan.

“Kami tidak ingin evaluasi berhenti sebagai dokumen. Rekomendasi KNKT harus diterjemahkan menjadi perbaikan di lapangan, baik pada prosedur, kesiapan sumber daya manusia, maupun koordinasi antar pihak, termasuk edukasi meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan dj perlintasan sebidang. Kami akan memastikan tindak lanjutnya berjalan dan terus berkoordinasi dengan regulator serta stakeholder terkait,” kata Anne.

KAI juga terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan, memastikan kesiapan petugas, serta mengevaluasi sistem dan proses operasional secara berkala. Setiap temuan menjadi bahan untuk memperbaiki cara kerja dan memperkuat sistem keselamatan secara berkelanjutan.

“Kami memahami bahwa di balik setiap perjalanan kereta api ada kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga. Karena itu, setiap evaluasi harus berujung pada perbaikan. KAI berkomitmen terus belajar, memperbaiki, dan memastikan perjalanan kereta api semakin aman dan andal,” tutur Anne.

KAI akan terus menjalankan rekomendasi keselamatan sesuai kewenangan perusahaan, berkoordinasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan aspek keselamatan menjadi bagian utama dalam setiap pengembangan dan penyempurnaan operasional perkeretaapian.