BERITA TERBARU
YouTube Ubah Algoritma Shorts, Konten Reupload Bakal Dibatasi BAZNAS Berhasil Kembangkan Usaha Mi Ayam UMKM Binaan hingga Raih Omzet Rp18 Juta Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan Enam Wilayah KAI Catat Pertumbuhan Dua Digit, Mobilitas Kereta Api Menguat dari Jawa hingga Sumatra Mantan Anggota CIA Ditangkap, 300 Batang Emas Senilai Rp716 Miliar Disita Syahrini Ungkap Alasan Kembali ke Panggung Setelah 7 Tahun Hiatus Bersertifikat Hijau dan Terkurasi, Furnitur dan Kriya Berdaya Saing Tinggi Siap Tampil di TEI ke-41 Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut Menaker Tegaskan Pelatihan Vokasi Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja Kanwil BPN DKI Jakarta Serahkan 25 Sertipikat Hak Pakai Aset Pemprov DKI Senilai Rp1,1 Triliun
TREN

YouTube Ubah Algoritma Shorts, Konten Reupload Bakal Dibatasi

YouTube Ubah Algoritma Shorts, Konten Reupload Bakal Dibatasi
dok. mudanesia.pikiran-rakyat.com

YouTube memperbarui sistem rekomendasinya dengan memberikan prioritas lebih besar terhadap konten orisinal di Shorts. Kebijakan ini membuat konten yang hanya diunggah ulang atau reupload berpotensi mendapatkan jangkauan penonton lebih rendah.

Pembaruan tersebut dilakukan YouTube untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memberikan peluang lebih besar bagi kreator yang menghasilkan konten orisinal untuk mengembangkan audiens mereka.

Dalam pengumuman di laman Google Support, YouTube menyebut sistem rekomendasi akan mengurangi distribusi Shorts yang hanya mengunggah kembali konten milik pihak lain tanpa memberikan sentuhan personal atau perubahan yang berarti.

Artinya, video yang sekadar melakukan reupload berpotensi memperoleh jumlah penonton lebih sedikit karena tidak mendapatkan distribusi yang sama di feed Shorts.

Meski demikian, YouTube tidak sepenuhnya melarang konten reupload. Platform tersebut masih memberikan ruang bagi kreator yang menggunakan klip milik orang lain selama mereka menambahkan nilai baru dan membuat konten tersebut menjadi lebih menarik.

“Jika Anda menggunakan klip dari kreator lain, pastikan Anda menambahkan nilai nyata melalui komentar orisinal Anda sendiri, suntingan unik, atau penceritaan (storytelling),” tulis YouTube dalam keterangannya.

YouTube juga mendorong para reuploader atau clipper untuk membuat konten yang lebih kreatif. Kreator tidak disarankan hanya mengandalkan perubahan kecil atau penggunaan template, seperti menambahkan teks subtitle tanpa memberikan konteks baru.

Sebagai gantinya, kreator dapat menambahkan suara, komentar, storytelling, maupun sudut pandang pribadi agar konten yang diunggah memiliki nilai tambah.

Pembaruan sistem rekomendasi ini disebut sejalan dengan kebijakan YouTube mengenai konten salinan yang dinilai dapat mengganggu pengalaman penonton.

Sistem rekomendasi YouTube sendiri bekerja dengan mempelajari perilaku pengguna. Algoritma mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti video yang ditonton, konten yang disukai atau tidak disukai, channel yang diikuti, hingga masukan pengguna melalui survei kepuasan.

Data tersebut digunakan untuk membuat feed dan hasil pencarian yang lebih personal. YouTube juga mempertimbangkan kualitas serta reputasi sebuah channel dalam menentukan bagaimana dan kepada siapa suatu konten ditampilkan.

Dengan perubahan ini, kreator Shorts dituntut untuk tidak hanya mengandalkan popularitas konten yang sudah ada, tetapi juga memberikan unsur orisinal agar dapat menjangkau lebih banyak penonton.