Hetifah Sjaifudian Apresiasi Sikap Kritis Peserta Parlemen Remaja 2026
Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi sikap kritis peserta Parlemen Remaja 2026 dalam menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai persoalan sosial. Menurutnya, keberanian generasi muda menyampaikan gagasan menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Sebagaimana diberitakan Golkarpedia.com, apresiasi tersebut disampaikan Hetifah saat menjadi narasumber dalam talkshow bersama peserta Parlemen Remaja 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Parlemen Remaja 2026 mengangkat tema “Generasi Cerdas, Aksi Remaja Stop Perundungan, Ciptakan Sekolah Ramah dan Bermartabat”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempelajari proses kerja parlemen dan pembentukan kebijakan di Indonesia.
Hetifah mengaku bangga melihat kemampuan peserta dalam mengartikulasikan pandangan secara kritis. Ia menilai pertanyaan yang diajukan menunjukkan bahwa para remaja memiliki wawasan luas serta perhatian terhadap berbagai persoalan di lingkungan mereka.
“Saya merasa sangat bangga dan kagum melihat generasi muda kita yang hadir sebagai Parlemen Remaja kali ini menunjukkan kepedulian yang besar terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat,” ujar Hetifah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian peserta adalah perundungan atau bullying. Menurut Hetifah, para peserta tidak hanya membahas dampak perundungan, tetapi juga mempertanyakan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus tersebut.
Mereka menyoroti kemungkinan adanya perbedaan perlakuan terhadap pelaku berdasarkan latar belakang atau status sosial keluarga.
“Ketika bicara soal bullying, mereka sangat mengkritisi adanya perlakuan yang tidak transparan dan adil terhadap pelaku hanya karena status sosial mereka, misalnya anaknya siapa,” jelasnya.
Hetifah menilai pandangan tersebut dapat menjadi masukan berharga dalam proses penyusunan kebijakan. Ia berharap pengalaman mengikuti Parlemen Remaja mampu membentuk generasi muda yang kritis, peduli terhadap lingkungan sosial, serta memiliki pemahaman tentang pentingnya keadilan.
Selain itu, Hetifah mendorong peserta menjadi agen perubahan setelah kembali ke daerah masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibagikan kepada teman sebaya dan masyarakat sekitar.
Ia juga berharap pengalaman berinteraksi dengan anggota DPR dan narasumber dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai demokrasi, kerja parlemen, serta proses pembentukan kebijakan.
Dengan demikian, Parlemen Remaja 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga mendorong lebih banyak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial, termasuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan.


