BERITA TERBARU
Singapura Siapkan Robot Humanoid AI untuk Bantu Petugas Keamanan Mulai 2028 Ketimpangan Akses Pendidikan! Jurang Antara Pertumbuhan Mahasiswa PTN dan PTS Cara Irit BBM Tanpa Ganti Kendaraan, Cukup Ubah Gaya Berkendara Kim Jong Un Pamer Rudal Berteknologi AI, Dunia Mengawasi Ketat Harga Minyak Dunia Turun, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan Darurat Biarkan Kopdes Tumbuh di Pinggir Jalan Perkuat Inklusi Investasi Digital, Rekening Emas BRImo Tumbuh Signifikan Usai Peluncuran Open Bundling Emas Dede Sunandar Pingsan Setelah Dihantam Tinju Vicky Prasetyo, Insiden Jadi Sorotan Publik Gempa Bumi Sumba Barat NTT: Warga Diminta Tetap Waspada Pasca Guncangan Basarnas Hentikan Penyelaman Cari Korban KM Virgo Transport 8
INTERNASIONAL

Kim Jong Un Pamer Rudal Berteknologi AI, Dunia Mengawasi Ketat

Kim Jong Un Pamer Rudal Berteknologi AI, Dunia Mengawasi Ketat
Kim Jong Un Pamer Rudal Berteknologi AI (Foto/Unsplash)

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi memamerkan sistem rudal canggih yang diklaim mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pameran kekuatan militer ini menampilkan berbagai jenis rudal jarak jauh beserta sistem panduan baru yang dikatakan mampu mengenali sasaran sendiri, menavigasi secara mandiri, dan menyesuaikan jalur serangan tanpa perintah manusia langsung. Langkah ini memicu perhatian sekaligus kekhawatiran mendalam dari berbagai negara, karena dianggap mengubah keseimbangan keamanan di Semenanjung Korea dan kawasan Asia-Pasifik.

Pameran ini dipimpin langsung oleh Kim Jong Un, Sekretaris Jenderal Partai Buruh dan Pemimpin Tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea. Turut hadir pejabat tinggi militer, perwira angkatan bersenjata, serta delegasi negara sahabat. Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara tetangga segera mengadakan rapat darurat untuk meninjau dampak keamanan yang timbul.

Acara pameran berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, bertepatan dengan momen penting nasional Korea Utara. Pengumuman resmi disebarkan melalui media negara pada hari yang sama, menyusul pengawasan intelijen yang telah memantau persiapan sejak beberapa pekan terakhir.

Pameran dilaksanakan di ibu kota Pyongyang, di kompleks pameran militer yang dibangun khusus untuk menampilkan kekuatan pertahanan negara. Pengamatan militer Korea Selatan dan AS mengonfirmasi pergerakan terkonsentrasi di kawasan tersebut.

Korea Utara menegaskan bahwa pengembangan sistem ini adalah tanggapan terhadap apa yang dinilai sebagai peningkatan kekuatan militer dan latihan bersama negara-negara tetangga. Kim Jong Un menyatakan bahwa kecerdasan buatan pada sistem persenjataan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri serta memastikan kesiapan serangan balasan yang cepat dan akurat. Bagi negara-negara lain, hal ini memicu kekhawatiran karena rudal yang dikendalikan AI dapat mengurangi kendali manusia, sehingga risiko kesalahan atau konflik yang tidak disengaja menjadi lebih besar.

Dalam pameran tersebut, Kim Jong Un berkeliling memeriksa langsung sistem-sistem persenjataan. Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan memungkinkan rudal memilih jalur tercepat, menghindari sistem pertahanan lawan, serta mengenali sasaran prioritas secara mandiri. Negara-negara lain mengimbau agar Korea Utara menghentikan pengembangan yang dapat meningkatkan ketegangan, sementara Pyongyang menegaskan tidak akan mengorbankan kemampuan pertahanan demi tekanan luar. Masyarakat internasional kini mengamati apakah uji coba nyata akan segera dilakukan.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), bahwa sistem senjata canggih ini bukan ancaman, melainkan perisai yang tak tertembus kekuatan pertahanan kita akan terus diperkuat tanpa ragu.

Diplomasi tetap menjadi jalan terbaik sebelum ketegangan berkembang menjadi sesuatu yang tak terkendali. Dunia berharap akal sehat dan dialog kembali memimpin, demi perdamaian dan keselamatan semua pihak.