BERITA TERBARU
Pertemuan Bilateral di Sela G20 TMM, Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan AS, Arab Saudi, dan Rusia BAZNAS RI dan TAF Tandatangani MoU Perkuat Pemberdayaan Mustahik di Kawasan Hutan Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon Menaker Ajak Perusahaan Serap Penyandang Disabilitas Usai Ikuti Pelatihan Business Matching Madrid Ungkap Potensi Ekspor Briket hingga Keripik Sayur Melalui BAZNAS RI, AEON Indonesia Salurkan Bantuan Rp233 Juta untuk Pemulihan NTT Ekspor Agustus 2026 Tembus USD 26,61 Miliar, Mendag Busan: Manufaktur Jadi Motor Utama Kota Banjar Bidik Teknologi Ultrafiltrasi agar Air PDAM Bisa Langsung Diminum Hadiri Sesi I G20 TMM, Mendag Busan Tegaskan Ketahanan Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik UMKM Kulon Progo Kembangkan Beras Analog Bravo dari Singkong Lokal
INTERNASIONAL

Pertemuan Bilateral di Sela G20 TMM, Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan AS, Arab Saudi, dan Rusia

Pertemuan Bilateral di Sela G20 TMM, Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan AS, Arab Saudi, dan Rusia
dok. Kemendag

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menghadiri sejumlah pertemuan bilateral dengan mitra dagang Indonesia pada Rabu, (30/9) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (AS). Pertemuan-pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela hari pertama rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers’ Meeting/TMM) di tempat dan tanggal yang sama.

Di hari itu, Mendag Busan bertemu dengan komunitas bisnis AS, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia. Ia menekankan, Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara mitra dagang.

“Kami bertemu Kamar Dagang AS, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia. Ketiga negara mitra dagang ini sudah memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Kami harap, pertemuan bilateral kali ini dapat makin memperkuat kerja sama yang menguntungkan antarnegara,” ujar Mendag Busan pasca pertemuan.

Mendag Busan turut mengundang pelaku usaha AS, Arab Saudi, dan Rusia untuk berpartisipasi pada 
pameran perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran TEI akan digelar di 
Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026

Tawaran Kerja Sama Sektor Strategis hingga UMKM

Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS, Mendag Busan mengajak dunia usaha AS untuk memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia melalui forum Business 20 (B20). Ia menyampaikan, Indonesia membuka peluang kerja sama bisnis dengan dunia usaha AS mulai dari industri hilir, produksi bernilai tambah, hingga pengembangan pemasok. Selain itu, masih terbuka peluang kerja sama pada sektor strategis, seperti logam tanah jarang (rare earths), hingga energi terbarukan.

“Kami melihat, masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan turut membahas mengenai perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan dunia usaha AS. Ia pun berharap agar perjanjian ini dapat segera diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh kedua negara.

Sementara itu, Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS, Isabelle Icso, menanggapi positif upaya peningkatan kerja sama bisnis dengan Indonesia. Ia menyampaikan empat fokus utama B20, yaitu mengurangi kebijakan yang menghambat perdagangan, memodernisasi WTO, membebaskan bea perdagangan digital, dan memperkuat investasi lintas batas. Di sisi lain, dunia usaha AS menawarkan kerja sama pengembangan kapasitas dan pembayaran digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Dorong Percepatan Selesainya Indonesia-GCC FTA

Pertemuan Mendag Busan selanjutnya adalah dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi, Majid bin Abdullah Al-Kassabi. Mendag Busan menyampaikan,ia mendorong percepatan penyelesaian Perundingan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Dewan Kerja Sama Teluk (Indonesia-GCC FTA). 

Mendag Busan juga menegaskan komitmen Indonesia untuk menyelesaikan isu investasi khususnya jaminan keamanan dan kepastian bagi investor dalam perundingan tersebut.

“Indonesia berkomitmen penuh untuk menyelesaikan perundingan Indonesia-GCC FTA, termasuk pembahasan mengenai investasi dan perlindungan investor. Kami berharap dukungan Arab Saudi dapat mendorong penyelesaian perundingan sehingga kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara GCC dapat makin diperkuat,” ujar Mendag Busan dalam pertemuan.

Perundingan Indonesia–GCC FTA menunjukkan kemajuan signifikan setelah putaran keempatnya pada 19–22 Januari 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Sebagian besar teks perjanjian telah berhasil disepakati. 

Indonesia pun terus mendorong penyelesaian pembahasan akses pasar barang dan isu-isu yang masih memerlukan kesepakatan agar perundingan dapat selesai pada 2026.

Mendag Busan juga menyampaikan pentingnya mempererat kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di sektor-sektor strategis yang menguntungkan kedua negara. Sektor-sektor tersebut, antara lain, energi, mineral, pertanian, perikanan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, Mendag Busan mengusulkan kerja sama perdagangan produk pangan sebagai bentuk dukungan langsung terhadap penyediaan pangan berkualitas bagi jemaah haji dan umrah.

Menteri Al-Kassabi menyambut baik komitmen Indonesia untuk mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-GCC FTA. Arab Saudi juga menyampaikan komitmennya untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia pada sektor-sektor strategis dan mengidentifikasi berbagai sektor yang dapat dikembangkan bersama. Menteri Al-Kassabi juga mengusulkan pembentukan Indonesia Village atau Kampung Indonesia yang bersifat permanen dalam rangkaian Expo Riyadh 2030.

Dukungan Bagi Pemberlakuan Indonesia-EAEU FTA

Pertemuan bilateral Mendag Busan selanjutnya adalah dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Maxim Reshetnikov. Mendag Busan menyampaikan optimismenya tentang Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU FTA) yang telah ditargetkan untuk mulai berlaku tahun depan. “Kami berdua bertemu untuk menyampaikan dukungan atas berlakunya Indonesia-EAEU FTA tahun depan,” ujar Mendag Busan.

Menteri Reshetnikov menanggapi positif rencana pemberlakuan Indonesia-EAEU FTA. Menurutnya, pemanfaatan perjanjian tersebut akan semakin mendorong potensi perdagangan Indonesia dan Rusia, termasuk di sektor farmasi. Ia juga mendorong kerja sama penerapan Praktik Manufaktur yang Baik (Good Manufacturing Practices/GMP) untuk produk farmasi. Terkait hal tersebut, Mendag Busan menyampaikan, dirinya akan berkonsultasi dengan kementerian dan lembaga teknis yang terkait dengan sektor farmasi di Indonesia.