BERITA TERBARU
BGN Ancam Putus Kerja Sama dengan Yayasan yang Minta Setoran MBG BAZNAS RI Beri Pembekalan Pengelolaan Zakat untuk Pengurus UPZ di Kementerian PU Rilis Batik Yogyakarta! Warisan Agung yang Kini Semakin Bersinar Benarkah Minum Air Es Bisa Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya Windows 11 Versi 26H2 Resmi Dirilis! Lebih Cepat, Lebih Stabil, Lebih Pintar Hasil MotoGP Jepang 2026: Kemenangan Menegangkan di Sirkuit Motegi Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim Biaya Izin Tinggal WNA di Jepang Naik 20 Kali Lipat, Syarat Permanent Residency Makin Ketat Pulihkan NTT, MKI Salurkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS RI Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi Petani dan Pengusaha Kelapa di Indragiri Hilir
GAYA

Benarkah Minum Air Es Bisa Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya

Benarkah Minum Air Es Bisa Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya
dok. CNN Indonesia

Minum air putih menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, masih banyak anggapan bahwa minum air es dapat menyebabkan berat badan bertambah. Lantas, apakah minum air es bisa bikin gemuk?

Jawabannya, tidak. Air putih tanpa tambahan gula, sirup, susu, atau bahan lain tidak mengandung kalori dalam jumlah yang berarti. Karena itu, baik diminum dalam kondisi dingin maupun pada suhu ruang, air putih tidak secara langsung menyebabkan penambahan lemak tubuh.

Tubuh memang membutuhkan sedikit energi untuk menyesuaikan suhu air es agar mendekati suhu tubuh. Ahli nutrisi Pooja Makhija menjelaskan bahwa tubuh akan menggunakan sejumlah kalori untuk menghangatkan air yang masuk hingga mencapai suhu tubuh, seperti dikutip NDTV.

Meski demikian, energi yang digunakan untuk proses tersebut sangat kecil. Artinya, minum air es tidak dapat dianggap sebagai metode utama untuk membakar kalori atau menurunkan berat badan.

Sebaliknya, mencukupi kebutuhan air justru dapat mendukung upaya menjaga berat badan. Air putih memiliki kandungan kalori yang jauh lebih rendah dibandingkan minuman manis seperti soda, teh kemasan, atau minuman dengan tambahan gula.

Minum air juga dapat membantu mengendalikan rasa lapar. Menurut dokter penyakit dalam dan spesialis nutrisi Melina Jampolis yang dikutip Johns Hopkins University, rasa haus terkadang dapat disalahartikan sebagai rasa lapar. Minum air ketika tubuh kekurangan cairan dapat membantu memastikan apakah tubuh memang membutuhkan makanan.

Asupan cairan yang cukup juga penting selama berolahraga. Dehidrasi dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengganggu performa fisik. Air juga membantu fungsi ginjal, pembentukan urine, serta menjaga tinja tetap lunak sehingga dapat membantu mencegah sembelit.

Selain itu, hidrasi yang cukup mendukung proses lipolisis, yakni pemecahan lemak untuk digunakan sebagai energi. Namun, manfaat tersebut tetap harus didukung pola makan seimbang dan aktivitas fisik.

Dengan demikian, anggapan bahwa minum air es bisa membuat gemuk tidak terbukti. Air es tawar tidak menyebabkan penambahan lemak tubuh. Untuk menjaga berat badan, yang lebih penting adalah memperhatikan total asupan kalori, membatasi minuman tinggi gula, rutin beraktivitas fisik, dan mencukupi kebutuhan tidur.