BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
GAYA

Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru

Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru
Cara Mudah Move On (Foto/Unsplash)

Move on adalah proses melepaskan ikatan emosional terhadap masa lalu baik itu hubungan yang berakhir, mimpi yang tak terwujud, maupun kesalahan diri sendiri sehingga seseorang dapat kembali melangkah tenang ke depan. Bukan berarti melupakan sepenuhnya, melainkan menempatkan hal itu pada tempatnya: sebagai pengalaman, bukan beban. Proses ini terasa berat bagi siapa saja, namun dengan cara yang tepat, pemulihan bisa terjadi lebih cepat dan damai.

Setiap orang pernah atau akan merasakannya. Namun mereka yang paling sulit melangkah biasanya adalah mereka yang menaruh harapan terlalu besar, menganggap kebahagiaan hanya bergantung pada satu hal atau orang, serta terbiasa menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Para psikolog dan konselor menegaskan bahwa ini bukan tanda kelemahan, melainkan bagian alami dari tumbuh dewasa.

Proses ini dimulai saat seseorang menyadari bahwa terus menengok ke belakang tidak akan mengubah apa pun. Tidak ada batas waktu pasti bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan lebih lama namun perubahan nyata terjadi ketika seseorang memutuskan untuk berhenti menunggu dan mulai berbenah untuk dirinya sendiri.

Perubahan ini terjadi di dalam diri sendiri, namun didukung oleh lingkungan tempat berada seperti uang yang tenang, teman-teman yang tulus, serta kegiatan yang membuat Anda merasa berharga. Rumah, tempat kerja, maupun lingkungan pergaulan yang sehat menjadi tempat terbaik untuk memulihkan hati.

Menahan rasa sakit dan terus kembali ke masa lalu hanya menguras tenaga dan menutup peluang-peluang indah yang sedang menanti di depan. Melangkah bukan mengkhianati kenangan, melainkan menghormati diri sendiri dengan memberi kesempatan untuk bahagia kembali. Setiap orang berhak hidup tenang, tanpa terbelenggu oleh apa yang sudah tidak bisa diubah.

Langkah praktis untuk memudahkan prosesnya:

– Terima dengan jujur: Akui perasaan sedih, kecewa, atau marah. Menyangkal hanya memperlama luka. Menangis jika perlu, lalu bangkit kembali.

– Beri jarak: Hindari terus-menerus melihat kabar, foto, atau hal yang mengingatkan pada masa lalu. Beri waktu agar perasaan mereda secara alami.

– Alihkan perhatian ke diri sendiri: Lakukan hal yang dulu tertunda hobi, olahraga, belajar hal baru, atau sekadar merawat kesehatan tubuh. Saat Anda tumbuh, luka pun perlahan sembuh.

– Jangan mencari pengganti secara terburu-buru: Memulai hal baru sebelum pulih sepenuhnya hanya akan menumpuk luka. Beri diri waktu utuh kembali.

– Pahami: berakhir bukan berarti gagal: Banyak hal yang datang untuk memberi pelajaran, bukan untuk menetap. Hargai apa yang telah terjadi, lalu lepaskan dengan ikhlas.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, bahwa memaafkan dan melepaskan bukan untuk orang lain melainkan agar hati Anda sendiri kembali tenang, sehat, dan siap menerima kebahagiaan yang baru.

Waktu memang menyembuhkan, namun niatlah yang menggerakkan langkah. Lepaskan yang sudah pergi, hargai yang masih ada, dan percayalah masa depan menyimpan hal-hal indah yang belum sempat ditemui. Melangkahlah, dengan kepala tegak dan hati yang terbuka.