Tinjau KSPEAN Wanam, Menteri Dody Pastikan Panen Perdana Dukung Visi Presiden Prabowo
Merauke, DARIM.ID – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (8/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody memastikan kesiapan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung pengembangan lahan pertanian hingga panen perdana.
Hamparan tanaman padi terlihat menghijau di tengah musim kemarau. Menurut Menteri Dody, ketersediaan air menjadi kunci pengembangan pertanian di Wanam sehingga infrastruktur irigasi harus mampu menjamin pasokan air secara cukup dan berkelanjutan. “Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kita harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun,” kata Menteri Dody.
Kementerian PU menyiapkan infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir. “Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” ujar Menteri Dody.
Sampai dengan tanggal 1 Oktober 2026, telah dilakukan penanaman padi pada demplot area KM 21 sekitar 40 Ha untuk tahap pertama. Rencananya padi tersebut akan bisa dipanen sekitar awal atau pertengahan November 2026.
Secara keseluruhan, pembangunan jaringan saluran pada KSPEAN Kabupaten Merauke memiliki target 180 kilometer dan hingga 1 Oktober 2026 telah terealisasi 133 kilometer. Pekerjaan tersebut mencakup jaringan irigasi rawa serta saluran pengendalian banjir yang menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian.
Menteri Dody mengatakan dukungan infrastruktur air tersebut menjadi dasar untuk pengembangan pertanian secara bertahap. Untuk tahap pertama, sekitar 40 hektare lahan telah ditanami dan ditargetkan memasuki panen perdana pada awal atau pertengahan November 2026. “Paling lambat pertengahan November sudah bisa panen. Ini kita trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya,” ujar Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, pembangunan Wanam merupakan bagian dari upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan. “Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” tuturnya.
Pengembangan KSPEAN Wanam dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung lainnya. Menteri Dody mengatakan pemerintah tidak membangun seluruh kawasan sekaligus, melainkan memprioritaskan tahapan awal hingga memberikan hasil nyata, termasuk pengembangan 10.000 hektare sebagai bagian dari Quick Win. Pengembangan selanjutnya akan diintegrasikan dengan industri pangan, pelabuhan, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Kementerian PU juga memastikan pembangunan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal.
“Di mana pun kita bekerja, kita wajib mengikutkan warga lokal sebagai pekerja, sebagai apa pun yang memang bisa dikerjakan oleh masyarakat lokal. Ini sesuai arahan Presiden sejak awal,” kata Menteri Dody.
Dengan dukungan irigasi dan infrastruktur sumber daya air yang terus diperkuat, panen perdana di Wanam menjadi tahap awal pengembangan lumbung pangan baru sekaligus bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.


