BERITA TERBARU
Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi Di Tengah Ketidakpastian Global, Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional Biaya Haji 2027 Turun, Jemaah Cukup Lunasi Rp23,24 Juta Mentan Amran Pastikan Produksi Pangan Tetap Aman di Tengah Tantangan Iklim 38 UMKM Binaan Pertamina Bidik Pasar Lebih Luas di INACRAFT October 2026 Tinjau KSPEAN Wanam, Menteri Dody Pastikan Panen Perdana Dukung Visi Presiden Prabowo UU Pelindungan Ketenagakerjaan Untuk Pekerja yang Lebih Adil, Aman dan Sejahtera Fermin Aldeguer Ungkap Alasan Pakai Jersey Timnas Indonesia di Mandalika YouTube Ubah Algoritma Shorts, Konten Reupload Bakal Dibatasi
EDUKASI

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi
dok. Kemnaker

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menguji coba skema pelatihan hibrid yang menghubungkan pembelajaran di balai pelatihan dengan praktik kerja langsung di industri. Skema ini ditujukan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, upaya tersebut perlu didukung ekosistem terintegrasi yang melibatkan sektor industri, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi.

“Saat ini, uji coba (skema hibrid) sedang berjalan di Sumatera Selatan dengan melibatkan beberapa industri besar seperti Bukit Asam, Pusri Palembang, dan Pertamina,” ujar Yassierli saat menghadiri seminar nasional teknik Heating, Ventilating, Air Conditioning, and Refrigerating (HVACR) di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dalam skema tersebut, peserta menjalani pembelajaran intensif selama 1–2 bulan di balai pelatihan pemerintah, lalu melanjutkan praktik kerja langsung di industri. Kemnaker menanggung seluruh biaya pelatihan, dan peserta memperoleh sertifikat kompetensi secara gratis.

Menurut Yassierli, HVACR menjadi salah satu bidang yang berpeluang menciptakan lapangan kerja baru. Seiring iklim global yang makin panas, kebutuhan masyarakat dan industri terhadap perangkat pendingin ikut meningkat.

Kondisi itu membuka peluang bagi terserapnya teknisi terampil. Industri membutuhkan tenaga ahli yang mampu merakit dan menginstal perangkat pendingin secara presisi, guna memitigasi risiko kebocoran sekaligus menekan emisi gas buang yang berdampak pada lingkungan.

Untuk menyiapkan tenaga terampil tersebut, Kemnaker memiliki 34 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia, dengan dukungan 1.627 instruktur kompeten.