BERITA TERBARU
Dari Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Ini Tumbuh Bersama linkumkm by BRI Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa Buka Inacraft Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs, Mendag Busan Dorong Kriya Berpadu dengan Teknologi Kemendag Bawa IP Kreatif ke JFC 2026, Potensi Transaksi Capai Rp3,51 Miliar Wamentan Saleh: Pemerintah Siap Dengarkan Dunia Usaha untuk Perkuat Pertanian Menaker: Pemagangan Nasional Perkecil Kesenjangan Kompetensi dan Kebutuhan Industri Kemenpar Promosikan Desa Wisata Sebagai Destinasi Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026 Indonesia Resmi Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP Aktris Bollywood Nushrratt Bharuccha Kecelakaan di Bali, Alami Patah Tulang Belakang Pesawat Gagal Mendarat Di Pekanbaru Imbas Kabut Asap Karhutla
DAERAH

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
dok. Kemendes PDT

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengajak Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) dan perusahaan peserta CSR dan PDB Awards 2026 untuk memperluas kolaborasi melalui program desa binaan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong kemajuan dan kemandirian desa di seluruh Indonesia.

“Seberapa pun sumbangsihnya tentu kami harapkan dan akan kami maksimalkan. Kita keroyokan agar desa-desa di Indonesia tidak ada lagi yang tidak punya sumber air minum, tidak ada lagi yang tidak punya MCK, semua punya tempat ibadah yang layak, tidak ada lagi jalan atau jembatan yang tidak layak,” tutur Mendes Yandri saat Pertemuan/Silaturahmi dan Diskusi tentang Pembangunan Desa Bersama Perusahaan Peserta CSR dan PDB Awards 2026 di Amanaia Satrio Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Mendes Yandri berharap perusahaan peserta CSR dan PDB Awards dapat memberikan dukungan melalui kolaborasi yang solid untuk memastikan kemajuan dan kemandirian desa sehingga tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal.
Dengan kolaborasi tersebut, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terpenuhinya kebutuhan dasar, serta kemampuan masyarakat dalam menciptakan penghidupan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa kontribusi seluruh pihak akan menambah pemanfaatan potensi desa baik unit usaha berupa desa wisata maupun produk barang yang bisa didistribusikan hingga ke level internasional. Terlebih dengan fokus tambahan yang mengarah pada penyediaan air bersih, pemenuhan MCK, jembatan desa, dan lain sebagainya.

“Intinya kami mengajak Bapak Ibu terlibat untuk ini. Sekecil apa pun bantuan pasti sangat bermakna untuk masyarakat desa. Ini bagian dari cara kita memandang Indonesia sebagai satu kesatuan,” tegasnya.

Pemenuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar namun masih banyak masyarakat desa yang belum berkesempatan menikmatinya. Oleh karena itu, langkah ini menjadi bagian penting dengan mengajak perusahaan terkait sehingga pemenuhan kebutuhan dasar di desa dapat segera terwujud.

Perusahaan-perusahaan yang hadir dalam forum tersebut telah setia menjadi mitra Kemendes PDT dalam memajukan desa di berbagai provinsi sesuai dengan tupoksi masing-masing. Ajakan perluasan desa binaan ini, disebut seluruh perusahaan sebagai langkah yang tepat sehingga kontribusi terus bertambah dan manfaat yang diterima masyarakat pun semakin besar yang tidak terbatas pada daerah tertentu.

Beberapa perusahaan yang hadir di antaranya adalah Kaltim Nitrate Indonesia, PT PLN Nusantara Power Cirata, PT. Pertamina Gas Negara, PT Sumber Daya Arindo, PT Multi Harapan Utama, PT PLN Jawa Timur, PLN Unit Pemeliharaan, dan Pertamina Hulu Energi. Setiap perusahaan sepakat untuk terlibat langsung dalam memajukan desa melalui konsep gotong royong ini.