Selebritas Galang Donasi untuk Korban Karhutla, Desak Bencana Nasional
Sejumlah selebritas Indonesia menggalang donasi dan menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah. Mereka juga menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat serta mendesak pemerintah meningkatkan penanganan bencana tersebut.
Jessica Mila bersama suaminya, Yakup Hasibuan, menjadi salah satu selebritas yang ikut membantu korban karhutla. Pasangan tersebut berencana mendonasikan sebagian penghasilan bisnis parfum milik Jessica untuk mendukung masyarakat terdampak di berbagai daerah.
Yakup mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang tetap ingin dijalankan Jessica. Bantuan akan diprioritaskan untuk wilayah Kalimantan, dengan mempertimbangkan luasnya daerah terdampak dan kebutuhan penanganan yang mendesak.
“Mila bilang memang mau tetap ngelakuin acara ini dan memang sebagian mau didonasikan untuk korban karhutla di berbagai daerah di Indonesia,” kata Yakup, seperti diberitakan detikHot, Senin (26/10).
Jessica mengatakan penyaluran bantuan pada tahap awal akan difokuskan ke Kalimantan. Aksi tersebut juga bertepatan dengan kebahagiaan pasangan itu dalam menyambut calon anak kedua mereka.

Sebelumnya, Nikita Willy juga menginisiasi penggalangan dana untuk membantu penanganan dampak karhutla. Melalui unggahan media sosial pada Oktober, Nikita menyoroti ancaman kabut asap terhadap kesehatan anak-anak dan balita di Sumatra serta Kalimantan.
Ia memaparkan data yang menyebut terdapat 63.711 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak dan balita di tujuh wilayah terdampak. Nikita menyatakan bantuan akan disalurkan langsung oleh timnya, dengan sasaran awal di kawasan Palangka Raya.
Sejumlah selebritas lain, seperti Sherina Munaf, Zaskia Adya Mecca, Riyuka Bunga, serta pasangan kreator konten Erika Richardo dan Jerhemy Owen, juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak karhutla di Palangka Raya.
Selain menggalang bantuan, Reza Rahadian dan Wendi Cagur turut mendesak pemerintah mempertimbangkan penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Reza menilai status tersebut dapat membuka peluang partisipasi lebih luas dari berbagai organisasi dalam memberikan bantuan logistik dan teknologi.
Sementara itu, Wendi menyoroti kondisi masyarakat yang kesulitan bernapas dan melihat akibat kepungan asap.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (26/10), masih terdapat 1.593 titik panas dan 197 titik api di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.


