BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
TREN

Ratusan Santri Keracunan Usai Santap MBG! Insiden di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo

Ratusan Santri Keracunan Usai Santap MBG! Insiden di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo
dok. capt: Ratusan Santri Keracunan Usai Santap MBG (Foto/Pinterest)

Kabar mengejutkan sekaligus memprihatinkan datang dari dunia pendidikan di Sidoarjo. Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para santri dilarikan ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara pihak berwenang segera turun menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Sebanyak 566 santri diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa siang. 

Beberapa jam setelah makan, para santri mulai mengeluhkan gejala serupa: mual, muntah, pusing, lemas, hingga ada yang mengalami sesak napas dan kejang. Seluruh korban segera dirujuk ke delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga Rabu siang, sebagian besar santri dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, namun tersisa sekitar 88 orang yang masih menjalani rawat inap dalam kondisi terpantau stabil. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihak yang terdampak adalah santri-santriwati Madrasah Aliyah (MA) dan MTs Manbaul Hikam. Penyedia makanan yang bertanggung jawab adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. 

Selain santri ponpes, juga dilaporkan siswa SDN Kalitengah 1 dan 2 mengalami keluhan serupa, sehingga total terdampak mencapai 19 lembaga pendidikan. Tim investigasi yang diturunkan meliputi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Makanan dibagikan sekitar pukul 12.00–13.00 WIB pada Selasa, 1 September 2026. Keluhan kesehatan mulai muncul pada sore hingga malam hari dan santri segera dilarikan ke rumah sakit. Lokasi kejadian berpusat di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Penyebab pasti masih dalam penyelidikan laboratorium. Namun dugaan kuat mengarah pada kualitas bahan baku, proses pengolahan, atau penyimpanan makanan yang tidak memenuhi standar higiene. 

Menu yang disajikan berupa nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel. SPPG Kalitengah diketahui telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), namun tetap diduga terjadi kelalaian di salah satu tahapan penanganan makanan. Kepala SPPG Kalitengah telah meminta maaf secara terbuka dan mengakui penyesalannya atas insiden tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah dan kondisi para santri terus dipantau. Mengutip dari Liputan6, Bupati Sidoarjo, Subandi juga menyampaikan perkembangan terkini. 

“Tersisa 88 orang yang masih dirawat. Kondisi mayoritas santri yang saat ini dalam penanganan medis relatif stabil dan tertangani dengan baik,” ungkap Subandi, Bupati Sidoarjo Subandi saat menyampaikan penjelasannya.

Sementara itu, mengutip dari detikcom, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengungkapkan data hasil investigasi awal sekaligus menegaskan penyelidikan yang terus berjalan. 

“Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” ujar Ketut Sumedana saat memberikan keterangannya.

Tim BBPOM Surabaya telah turun ke dapur SPPG Kalitengah mengambil sampel makanan dan menelusuri jejak pengolahan guna menentukan sumber kontaminasi. 

Sementara itu, Kementerian Agama juga turut memantau kondisi para santri dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Insiden keracunan massal ini menjadi pelajaran berharga sekaligus peringatan keras bagi seluruh pihak penyelenggara program MBG. Makanan bergizi yang seharusnya menyehatkan justru berbalik merugikan ratusan anak. Semoga penyebab segera terungkap, kelalaian yang terjadi dibenahi, dan tidak ada lagi anak yang jatuh sakit akibat makanan yang seharusnya menyehatkan.