BERITA TERBARU
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan Mentan Amran Percepat Penyaluran SPHP Jagung, Peternak Lebih Mudah Akses Pakan China Targetkan Matahari Buatan BEST Rampung 2027, Listrik Fusi Mulai Diuji 2030 Temui Peternak Pukul 06.00, Mentan Amran Berikan Solusi Serap Jagung Tekan Biaya Pakan Mentan Amran Berikan Solusi Permanen ke Peternak Lewat Ekosistem Terintegrasi John Herdman Bidik Timnas Indonesia Tembus Empat Besar Asia Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT Wali Kota Saint-Denis Lindungi Pelajar dari Polisi, Ikut Disasar Gas Air Mata Optimalkan Potensi Sumur Idle, HWU Elnusa Dukung Produksi Migas dan Ketahanan Energi Nasional Layani Ratusan Transaksi Setiap Hari, BRILink Agen Nova Yulianti Dekatkan Akses Keuangan di Muara Enim
TREN

China Targetkan Matahari Buatan BEST Rampung 2027, Listrik Fusi Mulai Diuji 2030

China Targetkan Matahari Buatan BEST Rampung 2027, Listrik Fusi Mulai Diuji 2030
dok. CNN Indonesia

China menargetkan pembangunan perangkat eksperimen fusi nuklir Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST), yang dijuluki sebagai matahari buatan, rampung pada akhir 2027. Proyek tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi pembangkit listrik berbasis fusi nuklir.

Demonstrasi pembangkitan listrik menggunakan teknologi tersebut direncanakan berlangsung sekitar 2030. Jika berhasil, eksperimen ini dapat menjadi tonggak penting bagi upaya China mengembangkan sumber energi bersih dengan potensi pasokan yang melimpah.

Kompleks proyek BEST yang berlokasi di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, telah resmi diserahterimakan dan mulai digunakan. Meski demikian, pembangunan mesin utama perangkat tersebut masih berlangsung.

Menurut laporan China Central Television (CCTV) pada Kamis (8/10), perakitan mesin BEST kini memasuki tahap penting. Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan empat lapisan komponen utama yang disusun secara bertingkat.

BEST merupakan perangkat eksperimen fusi nuklir generasi baru yang dikembangkan secara mandiri oleh China. Teknologi ini dirancang untuk meniru proses fusi yang terjadi di Matahari, yakni penggabungan inti atom yang menghasilkan energi dalam jumlah besar.

Sejak Juli 2026, sejumlah komponen inti BEST telah dikirim ke lokasi pembangunan. Proses perakitan terus berjalan dan dilaporkan telah mencapai lebih dari separuh penyelesaian.

Mengutip Global Times, proses perakitan utama perangkat tersebut dianalogikan seperti menyusun tabung raksasa menyerupai termos. Setiap lapisan memiliki fungsi berbeda untuk mendukung berlangsungnya reaksi fusi dalam kondisi terkendali.

Bagian paling dalam terdiri atas bejana vakum yang menjadi ruang berlangsungnya reaksi fusi. Di sekelilingnya terdapat pelindung termal untuk membatasi perpindahan panas serta magnet medan toroidal yang menghasilkan medan magnet kuat guna mengurung plasma bersuhu tinggi.

Sistem magnet tersebut menjadi komponen penting karena plasma harus dipertahankan agar tidak menyentuh dinding bejana. Pengendalian plasma merupakan salah satu tantangan utama dalam pengembangan teknologi fusi nuklir.

Setelah pembangunan ditargetkan selesai pada akhir 2027, BEST akan diarahkan menuju demonstrasi pembangkitan listrik melalui reaksi fusi deuterium-tritium sekitar 2030.

China juga mengembangkan Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), perangkat eksperimen yang telah mencatatkan sejumlah rekor dalam penelitian fusi nuklir.

Melalui BEST, China berupaya membuktikan kelayakan teknologi fusi sebagai sumber listrik masa depan. Namun, pembangkitan listrik komersial masih membutuhkan pengujian dan pengembangan teknologi lebih lanjut.