BERITA TERBARU
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan Mentan Amran Percepat Penyaluran SPHP Jagung, Peternak Lebih Mudah Akses Pakan China Targetkan Matahari Buatan BEST Rampung 2027, Listrik Fusi Mulai Diuji 2030 Temui Peternak Pukul 06.00, Mentan Amran Berikan Solusi Serap Jagung Tekan Biaya Pakan Mentan Amran Berikan Solusi Permanen ke Peternak Lewat Ekosistem Terintegrasi John Herdman Bidik Timnas Indonesia Tembus Empat Besar Asia Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT Wali Kota Saint-Denis Lindungi Pelajar dari Polisi, Ikut Disasar Gas Air Mata Optimalkan Potensi Sumur Idle, HWU Elnusa Dukung Produksi Migas dan Ketahanan Energi Nasional Layani Ratusan Transaksi Setiap Hari, BRILink Agen Nova Yulianti Dekatkan Akses Keuangan di Muara Enim
EDUKASI

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT
dok. Kemnaker

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan sebagai bekal kembali bekerja maupun mengembangkan usaha.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan, dukungan melalui pelatihan tersebut menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Provinsi NTT.

“Kemnaker hadir untuk membantu masyarakat terdampak bencana melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan, masyarakat diharapkan memiliki bekal untuk kembali bekerja atau mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Sukro melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (8/10/2026).

Untuk saat ini dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) sebanyak 40 paket yang tersebar di seluruh UPTD binaan di kabupaten-kabupaten wilayah Provinsi NTT.

Selain PVN, Kemnaker juga menghadirkan Tailor Made Training (TMT) yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Hingga saat ini, sebanyak 38 paket TMT telah disalurkan ke seluruh wilayah Provinsi NTT.

Menurut Sukro, pendekatan TMT memungkinkan pelatihan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sehingga keterampilan yang diperoleh peserta lebih mudah diterapkan setelah pelatihan.

“Pelatihan tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan. Yang penting, keterampilan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah sehingga bisa dimanfaatkan untuk bekerja ataupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Sukro.

Melalui berbagai pelatihan yang diberikan, Kemnaker berharap dapat memberikan modal bagi masyarakat untuk bangkit, produktif, dan kembali mandiri secara ekonomi.