BERITA TERBARU
Krisis Chip Ganggu Produksi Mobil Fiat di Italia, Stellantis Terancam Setop Pabrik Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat
TEKNO

Meta Rilis Muse Wonder dan Wonder Full, Diklaim Saingi Model AI Terdepan

Meta Rilis Muse Wonder dan Wonder Full, Diklaim Saingi Model AI Terdepan
dok. bsinews.id

Meta merilis dua model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Muse Wonder dan Muse Wonder Full, yang diklaim mampu menangani tugas-tugas kompleks dengan lebih baik dibandingkan model sebelumnya. Berdasarkan pengujian internal perusahaan, kedua model tersebut disebut memiliki performa yang sebanding dengan sejumlah model AI terdepan milik pesaing.

Dikutip dari TechCrunch, Kamis (15/10), Meta menyebut Muse Wonder dan Muse Wonder Full mampu mencatatkan skor benchmark yang sebanding dengan Claude Fable 5.1 dan ChatGPT 6 Astra.

“Bersama-sama, mereka menandai langkah selanjutnya dalam tangga peningkatan kemampuan kita dan lompatan besar menuju kecerdasan super pribadi,” tulis Meta dalam keterangannya pada Selasa (13/10).

Kemampuan kedua model tersebut juga tercermin dari harga layanan yang ditawarkan. Meta menetapkan tarif API Muse Wonder sebesar US$4 untuk setiap satu juta token input dan US$20 untuk satu juta token output. Harga tersebut disebut setara dengan model ChatGPT-6 Sol dan Anthropic Opus 5.5.

Sementara itu, Muse Wonder Full tidak tersedia melalui API dan hanya dapat diakses oleh pelanggan Muse Code. Kedua model ini juga akan digunakan untuk mendukung Muse Agent, layanan agen AI milik Meta.

Salah satu kemampuan yang menjadi sorotan Meta adalah fitur memori aktif. Perusahaan menilai kemampuan AI dalam mengingat informasi relevan menjadi aspek penting untuk mengembangkan agen pribadi maupun profesional yang dapat membantu pengguna dalam jangka panjang.

Meta mengklaim Muse Wonder mampu bekerja secara berkelanjutan, mencoba pendekatan alternatif, serta menyesuaikan diri dengan informasi baru ketika menyelesaikan tugas yang rumit. Kemampuan tersebut dirancang agar model dapat menangani pekerjaan yang membutuhkan proses panjang dan upaya berulang.

Untuk mengukur kemampuan mengingat informasi, Meta menggunakan benchmark MemoryBench yang menguji pembelajaran berkelanjutan dan konstruksi memori. Menurut hasil pengujian internal perusahaan, Muse Wonder memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan Fable, Opus, dan Astra.

Model tersebut dilatih menggunakan pusat data Prometheus milik Meta yang berlokasi di Ohio tengah dan mulai beroperasi pada awal tahun ini.

Peneliti AI Meta, Kavya Kopparapu, mengatakan perusahaan telah mengerahkan upaya besar untuk meningkatkan kemampuan model dalam mengingat informasi penting bagi pengguna selama berhari-hari hingga berbulan-bulan.

Peluncuran Muse Wonder dan Muse Wonder Full menjadi langkah terbaru Meta dalam pengembangan AI setelah perusahaan menjalin kemitraan dengan Scale AI. Sebelumnya, Meta telah memperkenalkan Muse Spark dan Agent Muse yang lebih ringan dan cepat.