BERITA TERBARU
Kemenpar Perkuat Kemampuan Digital Pimpinan Guna Perkuat Tata Kelola Pariwisata Mas Dar: Temuan Faktual Ombudsman Sangat Membantu Perbaikan MBG Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum Ketenagakerjaan Sekolah Rakyat Menjadi Wadah Pendidikan yang Membentuk Bakat dan Budi Pekerti Bagi Anak Kunjungi BGN, Ombudsman Siapkan Policy Brief dari Temuan 34 Provinsi untuk Perkuat Tata Kelola MBG Barcode Buka Peluang Produk UMKM Tembus Ritel Merah Putih Menyelimuti GBK! Suasana Menyatu di Nobar Final Piala AFF 2026 Jelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah, Pertegas Komitmen Keberlanjutan dan Menjaga Lingkungan Memaknai Kemenangan Timnas Kenapa Pelatih Sepak Bola Sering Mengunyah Permen Karet Saat Pertandingan?
GAYA

Kenapa Pelatih Sepak Bola Sering Mengunyah Permen Karet Saat Pertandingan?

Kenapa Pelatih Sepak Bola Sering Mengunyah Permen Karet Saat Pertandingan?
dok. klikdokter.com

Coba perhatikan bangku pelatih saat pertandingan sepak bola berlangsung. Di tengah laga yang tegang, ada saja pelatih yang terlihat sibuk mengunyah permen karet sambil memantau permainan.

Kebiasaan ini cukup sering terlihat, termasuk pada sejumlah pelatih yang menangani klub di Indonesia. Mereka tetap mengunyah sambil berdiri, duduk, memberi instruksi, atau sesekali berdiskusi dengan staf pelatih.

Salah satu pelatih yang terkenal dengan kebiasaan tersebut adalah Sir Alex Ferguson. Mantan pelatih Manchester United itu memang kerap terlihat mengunyah permen karet saat mendampingi timnya. Bahkan, permen karet bekas kunyahannya pernah terjual dalam lelang dengan nilai sekitar Rp7,3 miliar.

Lalu, apakah mengunyah permen karet memang bisa membantu pelatih menghadapi tekanan selama pertandingan?

Mengunyah ternyata tidak cuma soal menghilangkan rasa bosan. Aktivitas sederhana ini disebut dapat memberikan efek menenangkan ketika seseorang berada dalam situasi penuh tekanan.

Mengutip Healthline, sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas mengunyah permen karet sambil mengerjakan tugas dapat membantu beberapa aspek fungsi otak. Di antaranya kewaspadaan, memori, hingga kemampuan mengambil keputusan.

Aktivitas mengunyah juga dikaitkan dengan penurunan kadar hormon stres seperti kortisol. Efek inilah yang membuat mengunyah bisa terasa cukup menenangkan ketika seseorang sedang tegang.

Hal serupa dibahas dalam ulasan yang diterbitkan Japanese Dental Science Review. Aktivitas mengunyah berhubungan dengan perubahan aktivitas di sejumlah bagian otak, termasuk korteks prefrontal dan amigdala yang ikut berperan dalam mengatur emosi serta respons terhadap stres.

Bagi pelatih, efek tersebut mungkin terasa relevan. Mereka harus terus mengikuti jalannya pertandingan, menghadapi tekanan hasil, sekaligus membuat keputusan dalam waktu singkat.

Meski begitu, bukan berarti permen karet bisa dikunyah tanpa batas. Permen karet yang mengandung gula jika terlalu sering dikonsumsi dapat meningkatkan risiko masalah pada gigi.

Jadi, kalau kamera kembali menyorot pelatih yang sedang mengunyah di pinggir lapangan, kebiasaan itu mungkin bukan sekadar gaya. Bisa saja, mengunyah menjadi salah satu cara sederhana untuk tetap tenang menghadapi panasnya pertandingan.