BERITA TERBARU
Menpar Dorong Penguatan Langkah Kolaboratif Kembangkan Wisata Olahraga Tanah Air Demo Pelajar Prancis Makin Ricuh, Polisi Sebut Gerakan Sudah Tak Terkendali Dari Catatan Kertas ke Digital, TEP UI Bantu Permudah Rujukan Pasien di Teluk Wondama Armada Camp Manajemen Dakwah IAI Hamzanwadi Pancor 2026: Merawat Keakraban, Menguatkan Filantropi, dan Melahirkan Entrepreneur Muda BRI dan KPK Perkuat Budaya Antikorupsi, Siapkan Agen Perubahan melalui Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi (PELOPOR) 2026 Instagram Pemain Bangladesh Diserbu Netizen Indonesia Usai Kalah 2-9 Komdigi Ungkap Sisa Kuota di Tiga Operator Belum Sepenuhnya Terlindungi Menpar: WIG Artisan Market Perkuat Ekosistem Gastronomi Berkelanjutan Barelang Jadi Ruang Belajar Global untuk Transformasi Kawasan Transmigrasi Bendungan Batutegi Dukung Air Baku Perkotaan dan Irigasi 66 Ribu Hektar
INTERNASIONAL

Demo Pelajar Prancis Makin Ricuh, Polisi Sebut Gerakan Sudah Tak Terkendali

Demo Pelajar Prancis Makin Ricuh, Polisi Sebut Gerakan Sudah Tak Terkendali
dok. CNN Indonesia

Demonstrasi pelajar yang menyebar di berbagai wilayah Prancis semakin memanas. Kepala Kepolisian Paris Patrice Faure menyebut gerakan tersebut kini sudah “tidak terkendali” dan menyerukan para pelajar kembali menggunakan cara-cara damai.

Dalam surat terbuka yang diunggah di X pada Sabtu (3/10), Faure mengatakan pihak yang pertama kali memulai gerakan protes kini tidak lagi mampu mengendalikannya. Ia juga meminta pelajar menghentikan aksi blokade sekolah dan kerusuhan.

“Sudah waktunya untuk kembali ke bentuk-bentuk aksi yang damai,” tulis Faure.

Faure memperingatkan aparat akan menindak kekerasan dan vandalisme. Ia juga meminta para orang tua menjauhkan anak-anak dari pihak yang disebutnya sebagai “perusuh profesional” dan pendukung mereka.

Juru bicara Kepolisian Nasional Prancis Agathe Foucault mengatakan polisi antihuru-hara telah terlibat bentrokan dengan pelajar sekolah menengah di sejumlah wilayah sejak Jumat. Situasi tersebut berlangsung ketika serikat pekerja menyerukan aksi mogok guru.

Sejak Senin, sekitar 5.000 orang, sebagian besar remaja, telah ditangkap di berbagai wilayah Prancis. Lebih dari 600 polisi juga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara kerusakan properti diperkirakan mencapai puluhan juta euro.

Aksi protes tersebut bermula dari keresahan pelajar terhadap kondisi pendidikan. Mereka mempersoalkan ruang kelas yang terlalu padat, kekurangan guru, serta kondisi bangunan sekolah yang dinilai tidak layak setelah bertahun-tahun mengalami kekurangan investasi.

Protes kemudian meluas ke lebih dari 1.200 sekolah menengah di Prancis. Di sejumlah lokasi, polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet ketika bentrokan terjadi.

Pelajar dari kawasan pinggiran Paris menjadi salah satu kelompok yang paling vokal. Mereka menilai ketimpangan fasilitas pendidikan membuat siswa di wilayah miskin mendapatkan kondisi belajar yang lebih buruk.

Pemerintah Prancis berupaya meredam eskalasi. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut kekerasan dalam demonstrasi sebagai kondisi yang tidak dapat diterima dan menyerukan pemulihan ketertiban.

Di tengah situasi tersebut, serikat pelajar telah menyerukan demonstrasi nasional berikutnya. Aparat keamanan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bentrokan lanjutan, khususnya di pusat Kota Paris.