BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
EKONOMI

Pasar Budaya Pop Korea SelatanJadi Peluang Baru Kreator Art Toys Indonesia

Pasar Budaya Pop Korea SelatanJadi Peluang Baru Kreator Art Toys Indonesia
dok. Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan

Seoul – Pasar budaya pop Korea Selatan menjadi peluang baru yang menjanjikan bagi para pelaku usaha dan kreator industri kreatif Indonesia. Melalui partisipasi dalam pameran URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 yang digelar di Coex, Seoul pada 30 Juli—2 Agustus 2026, produk mainan karya seni (art toys) dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) karya anak bangsa, serta jasa pembuatan art toys menarik perhatian besar pasar Korea Selatan sekaligus memperkuat eksistensi Indonesia di pasar internasional.

Besarnya peluang kerja sama ini tecermin dari potensi transaksi yang mencapai USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar. Angka ini melonjak dibanding keikutsertaan pada 2025 yang mencatatkan USD 

500 ribu. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat buyer dan mitra bisnis di Korea Selatanterhadap produk art toys serta jasa kreatif Indonesia.

“Partisipasi Indonesia dalam URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar art toys sekaligus mendorong ekspor sektor jasa ke Korea Selatan. 

Lonjakan potensi transaksi ini menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menanggapi secara terpisah.

Partisipasi Indonesia dalam pameran ini merupakan hasil sinergi Kemendag melalui Direktorat Jenderal PEN dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan di Republik Korea, bersamakelompok seni Artistry Rights Kollektive dari Indonesia.

Paviliun Indonesia seluas 60 m2 memamerkan hasil karya 21 kreator Indonesia yang lolos kurasi oleh Kemendag, ITPC Busan, dan Artistry Rights Kollektive. Para kreator yang tampil, yaitu IKY, Rhoald, Abraham Derri, Mirfak, Arief Witjaksana, TOYKKYO, Henky, Beastnolyze, Bea, Skudeye, Royes, ULUM, Arya Mularama, Button Eyes, Edmoon, Kathox, Rozi Permana, Fivust, Mang Moel, Authentic Remixes, dan Ghawean Dhewe.

Pada pameran tersebut, para kreator bertemu langsung dengan sedikitnya 400 buyer potensial di pameran tersebut. Karya-karya yang ditampilkan meliputi art toys atau mainan desainer (designer toys) dan mainan koleksi (collectible toys) bernilai estetika tinggi, yang diciptakan khusus sebagai koleksi serta memiliki perlindungan kekayaan intelektual.

Pendiri Artistry Rights Kollektive, Stevanus Lianto, sekaligus salah satu peserta pameran di Paviliun Indonesia, mengapresiasi dukungan pemerintah yang membuka jalan bagi para seniman art toys untuk menunjukkan hasil karyanya kepada calon mitra.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah bagi seniman art toys untuk hadir di URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026. Sangat menantang saat bertemu calon mitra, karena mereka memiliki ekspektasi tinggi dan kami harus mengelola ekspektasi mereka. Partisipasi ini menjadi pengalaman untuk kami dan kami berharap akan menjadi permulaan yang baik,” ungkap Stevanus.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menyampaikan dukungan penuh KBRI Seoul terhadap promosi karya Indonesia di Republik Korea.

“Industri kreatif memiliki peran penting dalam mempererat kemitraan strategis, termasuk di sektor industri kreatif kedua negara untuk memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Cecep.

Kepala ITPC Busan, Husodo Kuncoro Yakti, menegaskan pentingnya promosi yang lebih terarah (targeted) dan berkelanjutan. 

“Pameran ini menjadi jembatan bagi seniman Indonesia untuk mempelajari preferensi dan pasar Korea Selatan,” jelas Husodo.

Husodo mengatakan, partisipasi Indonesia pada URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 dapat mendongkrak nilai ekspor jasa, mendorong pengembangan dan komersialisasi kekayaan intelektual lokal, serta menciptakan peluang kerja sama jangka panjang bagi industri kreatif nasional.

URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan festival seni rupa urban dan pameran art toys terbesar di Korea Selatan yang memadukan budaya pop, grafiti, dan mainan. URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 memperluas skalanya dengan menghadirkan lebih dari 100 seniman dari 15 

negara, di antaranya Indonesia, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Singapura, Malaysia, hingga Jerman.