BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
EKONOMI

Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20

Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertolak ke Amerika Serikat (AS) hari ini, Senin malam, (28/9). Mendag Busan diagendakan untuk menghadiri Pertemuan Para Menteri G20 (G20 Trade Ministers’ Meeting/TMM) pada 30 September–1 Oktober 2026 di Milwaukee, Wisconsin.

G20 TMM kali ini menjadi forum strategis bagi para menteri perdagangan anggota G20 untuk
membahas agenda prioritas perdagangan di bawah Presidensi G20 AS pada 2026. Dipertemuan tersebut, Mendag Busan berkomitmen untuk menyuarakan kepentingan perdagangan Indonesia dan mendukung sistem perdagangan multilateral.

“Partisipasi Indonesia dalam G20 TMM adalah momentum untuk menyuarakan kepentingan
perdagangan nasional. Selain itu, Indonesia terus menyuarakan dukungan terhadap sistem
perdagangan multilateral yang adil, terbuka, dan berbasis aturan. Indonesia juga berkomitmen
untuk memastikan setiap inisiatif G20 sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia
(WTO),” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan diagendakan untuk menyampaikan pandangan Indonesia dalam empat sesi pertemuan G20 TMM. Keempatnya, yaitu penggunaan pangan sebagai senjata melalui tindakan perdagangan koersif (weaponization of food through coercive trade action), kelebihan kapasitas dan produksi struktural (structural excess capacity and production), prinsip Most Favored Nation (MFN), serta penghapusan kerja paksa dalam rantai pasok global (eliminating forced labor in global supply chains).

“Kesepakatan di forum G20 ikut menentukan aturan main perdagangan global dan turut
berpengaruh terhadap ekspor produk Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia hadir dan bersuara
untuk memastikan setiap komitmen yang disepakati tetap adil, sejalan dengan ketentuan WTO, dan memberi kepastian bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus memperluas pasar ekspor,” tegas Mendag Busan.

Di sela-sela rangkaian G20 TMM, Mendag Busan dijadwalkan bertemu dengan komunitas Business
20 (B20) di bawah naungan Kamar Dagang AS. Selain itu, Mendag Busan dijadwalkan untuk
menghadiri sejumlah pertemuan bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra dagang. Mendag Busan juga akan bertemu dengan Konsul Jenderal RI di Chicago untuk membahas penguatan promosi dan akses pasar produk Indonesia di AS

Sekilas G20

Presidensi G20 AS pada 2026 mengusung tema “Unleashing Economic Prosperity by Limiting the
Burdens of Regulations, Unlocking Affordable Energy Options, and Pioneering New Tech and
Innovation”. Pada jalur perdagangan, Presidensi AS telah menyelenggarakan rangkaian pertemuan
Kelompok Kerja Perdagangan (Trade Working Group/TWG) sejak Januari 2026 untuk membahas
empat agenda prioritas yang akan dibahas di tingkat menteri dalam G20 TMM. G20 merupakan forum kerja sama ekonomi internasional yang terdiri atas negara-negara maju dan berkembang. G20 beranggotakan 19 negara, yaitu Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika
Selatan, Turki, Inggris, dan AS. Sementara itu, terdapat dua organisasi regional anggota G20, yaitu Uni Eropa dan Uni Afrika.

Secara kolektif, G20 mewakili sekitar 88,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 75,9 persen
perdagangan barang global, serta 78,7 persen populasi dunia. Indonesia pernah mengemban
Presidensi G20 pada 2022 dengan puncaknya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali pada 15—16 November 2022.