BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
EKONOMI

Bertemu Menteri Perdagangan Brasil, Mendag Busan Dorong Kedua Negara Pertimbangkan PTA Indonesia–Mercosur

Bertemu Menteri Perdagangan Brasil, Mendag Busan Dorong Kedua Negara Pertimbangkan PTA Indonesia–Mercosur
dok. Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan

‎Jaipur, – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu dengan Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil, Márcio Fernando Elias ‎Rosa, pada Jumat, (7/8) di Jaipur, India. Pertemuan dilaksanakan di sela rangkaian Pertemuan Para ‎Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers’ Meeting/TMM) 2026 pada 6–7 Agustus 2026.

‎Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas perkembangan kerja sama perdagangan ‎Indonesia dan Brasil. Mendag Busan mengatakan, Indonesia terbuka untuk mempertimbangkan ‎pembentukan Indonesia-Mercosur Preferential Trade Agreement (PTA) sebagai langkah awal yang ‎pragmatis dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Mercosur. Dalam ‎jangka panjang, Mendag Busan berharap kerja sama tersebut akan dapat berkembang menjadi ‎kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif.

‎“Indonesia terbuka dengan opsi PTA sebagai langkah awal untuk memperkuat kerja sama perdagangan dengan Mercosur. Kami berharap, kerja sama PTA dapat berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif. Kami juga berharap Brasil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan ‎proses negosiasi Indonesia–Mercosur PTA,” ujar Mendag Busan.

‎Opsi Indonesia-Mercosur PTA diajukan Indonesia sebagai alternatif terhadap belum berjalannya ‎negosiasi Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) secara ‎efektif. Mendag Busan memahami dinamika di antara negara-negara anggota Mercosur, termasuk ‎perbedaan pandangan mengenai format kerja sama perdagangan dengan Indonesia, turut ‎memengaruhi perkembangan proses negosiasi Indonesia-Mercosur CEPA.

‎Sementara itu, terkait perdagangan Indonesia dan Brasil, Mendag Busan menilai penguatan ‎perdagangan kedua negara dapat membuka peluang akses pasar ke kawasan masing-masing. Brasil ‎dapat menjadi salah satu pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin, sementara ‎Indonesia dapat berperan sebagai pintu masuk produk Brasil ke pasar Asia.

‎‎“Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, ‎tetapi juga dapat membuka akses yang lebih luas ke kawasan masing-masing. Brasil dapat menjadi ‎pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar Amerika Latin, sementara Indonesia dapat menjadi ‎pintu masuk bagi produk Brasil ke pasar Asia,” terang Mendag Busan.

‎‎Sementara itu, Menteri Márcio mengapresiasi usulan Indonesia dan mengekspresikan sikap terbukanya untuk melanjutkan pembahasan kerja sama Indonesia–Mercosur. Selanjutnya, Brasil akan mempelajari usulan tersebut.

Pada Januari—Juni 2026, total perdagangan Indonesia dan Brasil tercatat USD 3,53 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 1,17 miliar. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 7,00 miliar dengan ekspor Indonesia ke Brasil sebesar USD 2,21 miliar.

Produk utama ekspor Indonesia ke Brasil meliputi lemak dan minyak hewani dan nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, karet dan barang dari karet, serta bahan bakar mineral. 

Sementara itu, impor utama Indonesia dari Brasil meliputi ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, kapas, tembakau, serta bijih, kerak, dan abu logam.