BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
TREN

Tembus 211! Kabut Asap Karhutla Buat Kualitas Udara Kota Jambi Tidak Sehat

Tembus 211! Kabut Asap Karhutla Buat Kualitas Udara Kota Jambi Tidak Sehat
KABUT ASAP KARHUTLA BUAT KUALITAS UDARA KOTA JAMBI SANGAT TIDAK SEHAT (Foto/Pinterest)

JAMBI, DARIM.ID — Kualitas udara di Kota Jambi kembali memburuk secara mengkhawatirkan pada Senin (14/9/2026), dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melonjak hingga angka 211 — masuk kategori sangat tidak sehat. Kabut asap pekat menyelimuti kawasan perkotaan, bau menyengat terasa di mana-mana, dan jarak pandang menyusut tajam.

Pemantauan dari stasiun pemantauan kualitas udara menunjukkan lonjakan drastis hanya dalam hitungan jam. Dari kisaran 130 pada Minggu malam, ISPU naik menjadi 185 siang hari, lalu menembus 211 pada pukul 18.00 WIB. Partikel halus PM2.5 menjadi pencemar utama dan berukuran sangat kecil sehingga mampu masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan aliran darah.

Seluruh warga Kota Jambi, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan. Puluhan ribu pelajar menjadi sorotan utama, sementara PAUD dan SD kelas I–III dialihkan ke pembelajaran jarak jauh, siswa tingkat atas masih menjalani tatap muka terbatas meski udara belum membaik.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai tercatat meningkat di sejumlah puskesmas. Berpusat di Kota Jambi, namun asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah sekitar Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Timur. Terbawa angin menuju kawasan perkotaan. Beberapa kabupaten tetangga bahkan mencatat ISPU melebihi angka 300 atau kategori berbahaya.

Musim kemarau panjang membuat tanah dan vegetasi kering mudah terbakar. Sepanjang 2026, tercatat lebih dari 7.500 titik panas (hotspot) di Provinsi Jambi, dengan luas lahan terbakar mendekati 3.000 hektare. Angin yang bertiup membawa asap dari titik kebakaran menumpuk di atas Kota Jambi, sementara belum ada hujan lebat yang dapat membersihkan udara.

“Mulai tadi malam sudah meningkat. Dari sekitar 130, kemudian siang ini sudah mencapai 185. Ini akibat adanya kebakaran hutan dan lahan, lalu asapnya terbawa angin ke Kota Jambi,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, sebagaimana dikutip Metro Jambi pada Senin (14/9/2026).

Pemkot Jambi memperpanjang pembelajaran jarak jauh bagi jenjang PAUD dan SD kelas bawah hingga 16 September 2026. Warga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah, wajib memakai masker jika keluar, dan memperbanyak minum air putih. Satgas Karhutla terus memadamkan titik api di wilayah sumber, namun kondisi cuaca belum memungkinkan pemulihan udara secara cepat. Masyarakat diminta memantau perkembangan ISPU secara berkala dan tetap waspada.