Antrean Mengular di Makassar! Kelangkaan BBM Picu Kegelisahan Warga
Makassar, DARIM.ID — Sejak Selasa (16/9/2026), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dihadapkan pada kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar. Antrean kendaraan mengular hingga ke jalan raya, memicu keresahan pengendara maupun pelaku usaha.
Pengemudi ojek online, pengantar barang, pemilik kendaraan pribadi, hingga pedagang yang bergantung pada kelancaran distribusi barang merasakan dampak langsung. Banyak warga melaporkan harus mengantre berjam-jam atau berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain tanpa mendapatkan bahan bakar.
Sebagian besar SPBU di wilayah Panakkukang, Ujung Pandang, Tamalate, dan Mamajang membatasi pembelian ada yang hanya melayani kendaraan roda dua, ada pula yang tutup sementara karena stok habis. Pertamax masih tersedia, namun warga berpenghasilan menengah ke bawah tidak memiliki pilihan lain.
Kawasan pusat kota dan jalur utama menuju daerah penyangga menjadi titik terparah. Beberapa SPBU di pinggiran kota juga kehabisan stok karena warga berbondong-bondong mencari alternatif.
Keluhan mulai masuk ke media sosial pada Selasa pagi, memuncak pada Rabu–Kamis (17–18/9), hingga kini warga masih bersiap menghadapi ketidakpastian pasokan.
Pihak Pertamina Patra Niaga menyebut gangguan pasokan akibat keterlambatan pengiriman dari Depo Pengisian BBM akibat kendala logistik dan cuaca buruk di perairan Sulawesi. Namun warga mempertanyakan mengapa cadangan penyangga tidak mampu menutupi kekurangan tersebut.
Petugas di lapangan berusaha mengatur antrean dan membatasi jumlah pembelian per kendaraan. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat pengiriman tambahan.
Mengutip dari Antara News, Kepala Cabang Pertamina Sulawesi Selatan, Andi Kurniawan, menjelaskan.”Kami memohon kesabaran masyarakat. Pasokan tambahan sedang dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba sore ini. Kami menyesuaikan distribusi agar lebih merata, namun memang masih ada jeda waktu sebelum stok kembali normal di seluruh titik.”
Warga berharap janji pemulihan pasokan segera terwujud. Bagi ribuan keluarga di Makassar, BBM bukan kemewahan, melainkan urat nadi kehidupan sehari-hari yang tak boleh terputus.


