BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
TREN

Ancaman Megathrust: 14 Zona Mengelilingi Indonesia, Siapkah Kita?

Ancaman Megathrust: 14 Zona Mengelilingi Indonesia, Siapkah Kita?
Ancaman gema megathurst (Foto/Pinterest)

Jakarta, DARIM.ID — Indonesia bukan sekadar negeri yang dikaruniai kekayaan alam, melainkan juga berdiri tepat di pertemuan lempeng tektonik teraktif di dunia. Kini, data terbaru Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat ada 14 segmen zona megathrust yang mengelilingi wilayah Nusantara, bertambah dari 13 segmen pada peta tahun 2017.

Zona ini adalah batas pertemuan lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua, tempat energi menumpuk selama puluhan hingga ratusan tahun sebelum dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa dahsyat disertai tsunami.

Beberapa zona yang paling mengkhawatirkan meliputi Aceh-Andaman (M 9,2), Selatan Jawa (M 9,1), serta Mentawai-Siberut dan Selat Sunda yang masuk kategori seismic gap sudah berabad-abad tidak melepaskan energi besar. Jika megathrust Jawa pecah secara maksimal, gelombang tsunami dapat mencapai ketinggian 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan tiba dalam hitungan menit.

Di Selat Sunda, tsunami bisa menyapu pesisir Banten dan Lampung hanya dalam waktu 18 menit. Daryono, ahli dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), menjelaskan kepada CNNIndonesia.com. “Zona megathrust memiliki bidang kontak yang relatif dangkal dan dapat terkunci dalam waktu lama, sehingga energi terus menumpuk. Ketika dilepaskan secara tiba-tiba, gempa bisa berkekuatan lebih dari magnitudo 8,0 dan memicu tsunami besar.”

Pemerintah bersama BMKG dan BRIN terus memperbarui peta bahaya, menyempurnakan sistem peringatan dini, serta mendorong pelatihan evakuasi di daerah berisiko. Namun tantangannya tetap besar dari pemantauan lempeng, perkuatan bangunan, hingga kesadaran masyarakat yang belum merata.Tidak ada yang bisa memastikan kapan persisnya. Tetapi satu hal yang pasti: menunggu bencana datang baru bersiap sudah terlambat.

Kekuatan megathrust tidak bisa dihentikan, namun kerugiannya dapat dikurangi drastis jika kita bersiap dari sekarang.Perjalanan menuju keselamatan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap warga. Mengenali rute evakuasi, memahami tanda peringatan, dan tidak membangun rumah di zona bahaya adalah langkah pertama yang paling nyata. Karena saat gempa datang, kesigapan adalah satu-satunya perlindungan yang kita siapkan.