BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Bantu Penyintas Gempa NTT, BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan Kemanusiaan

Bantu Penyintas Gempa NTT, BAZNAS RI Dirikan 16 Pos Layanan Kemanusiaan
dok. Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merespon cepat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan 16 pos layanan di sejumlah wilayah terdampak untuk mempercepat penanganan kebutuhan penyintas gempa.

Adapun berbagai layanan yang tersedia melalui pos-pos tersebut, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, hingga masjid darurat. Layanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang terdampak gempa, antara lain Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, keberadaan pos layanan menjadi bagian dari respons kemanusiaan BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan di lapangan.

“Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026)

Sodik mengatakan, respons BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan logistik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi selama berada dalam kondisi darurat.

“Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan,” jelasnya.

Sodik menyampaikan, BAZNAS juga mendirikan masjid darurat di sejumlah lokasi yang diharapkan dapat kembali menyediakan ruang bagi warga untuk menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana.

Lebih lanjut, Sodik menuturkan, BAZNAS melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat penyintas gempa. 

“Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” ujar Sodik.