BERITA TERBARU
Amorim Kecewa Milan Kalah dari Ferencvaros, Sebut Tim Tidak Siap Bertanding Industri Drakor Korea Selatan Krisis, Produksi Anjlok 30 Persen BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Sabang Perkuat Kolaborasi Perluas Perlindungan Pekerja Informal Krisis Chip Ganggu Produksi Mobil Fiat di Italia, Stellantis Terancam Setop Pabrik Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor
DAERAH

BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Sinergi Pemberdayaan Ahli Waris dan Akses Perumahan Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Sinergi Pemberdayaan Ahli Waris dan Akses Perumahan Pekerja
dok. BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya melalui kegiatan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), sekaligus penyerahan simbolis Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan di Gedung BSI Landmark Aceh, Rabu (4/11).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan wujud komitmen menghadirkan Values Beyond Protection, yakni perlindungan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga pekerja.

“Pembayaran manfaat bukanlah akhir dari pelayanan kami. Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat yang diterima ahli waris dapat dikelola secara produktif, menjadi modal untuk bangkit, membangun usaha, dan menciptakan penghasilan yang berkelanjutan,” ujar Saiful.

Melalui kerja sama dengan BSI, peserta PEKA mendapatkan pelatihan keterampilan usaha dan literasi keuangan untuk mendukung kemandirian ekonomi. Secara nasional hingga Oktober 2026, PEKA telah menjangkau 4.336 penerima manfaat di 45 kota pada 37 provinsi, dengan 607 di antaranya telah produktif.

Selain kolaborasi dalam inisiatif PEKA ini, kedua institusi juga memperluas akses MLT Perumahan melalui fasilitas pembiayaan syariah yang lebih kompetitif bagi pekerja, baik untuk kepemilikan, uang muka, maupun renovasi rumah.

“Kami ingin pekerja tidak hanya terlindungi ketika menghadapi risiko, tetapi juga dapat menikmati manfaat tambahan yang mendukung kesejahteraan mereka, termasuk kesempatan memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” tambah Saiful.

Selanjutnya Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyambut baik kolaborasi bersama BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari komitmen BSI menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat.

“BSI mendukung penuh kegiatan PEKA karena sejalan dengan semangat kami untuk membangun masyarakat yang tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif dan berdaya. Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Arief.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Akmil Husen, Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banda Aceh Wahyuni Wahfar, serta perwakilan Real Estat Indonesia (REI). Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja sekaligus perluasan akses pembiayaan perumahan.

Sejauh ini, kegiatan PEKA di Provinsi Aceh telah menjangkau 60 penerima manfaat sebagai pelaku UMKM. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah, mengingat sepanjang Januari hingga Oktober 2026 terdapat sekitar 3.000 penerima manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) di Aceh. Potensi ini menjadi peluang bagi BPJS Ketenagakerjaan dan BSI untuk memperluas pemberdayaan ekonomi, sehingga semakin banyak keluarga pekerja yang mampu mengembangkan usaha dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

Menutup kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Kunto Wibowo juga menyampaikan bahwa pihaknya terus akan meningkatkan kerja sama dengan seluruh stakeholder dan ekosistem yang ada sehingga semakin banyak lagi ahli waris yang terjangkau.

“Realisasi MLT Perumahan di wilayah Sumbagut hingga Oktober 2026 telah mencapai 69 unit dengan nilai pembiayaan Rp228,9 miliar. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BSI dan pemerintah daerah agar semakin banyak ahli waris yang mampu membangun kemandirian ekonomi, sekaligus membuka akses pembiayaan perumahan yang lebih luas bagi pekerja,” tutup Kunto.