BERITA TERBARU
Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti! DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik Mendag Busan Pantau Pasar Kebon Roek Mataram, Cabai dan Telur Ayam Surplus Jelang Nataru Dendeng Balado dan Sambal Cumi Racikan Khas Minangkabau Dapurnya Ami Berhasil Menjangkau Pasar Lebih Luas bersama linkumkm by BRI
GAYA

Kenali Gejala Kekurangan Oksigen dan Bahayanya bagi Tubuh

Kenali Gejala Kekurangan Oksigen dan Bahayanya bagi Tubuh

Oksigen merupakan kebutuhan utama tubuh untuk menjaga organ tetap bekerja dengan baik. Ketika pasokan oksigen berkurang, tubuh dapat mengalami gangguan yang berdampak pada berbagai jaringan, termasuk otak dan jantung. Jika berlangsung parah atau dalam waktu lama, kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan organ.

Dalam dunia medis, kekurangan oksigen berkaitan dengan dua kondisi, yakni hipoksemia (hypoxemia) dan hipoksia (hypoxia). Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki pengertian berbeda.

Mengutip Mayo Clinic, hipoksemia adalah kondisi ketika kadar oksigen dalam darah arteri berada di bawah normal. Sementara itu, hipoksia terjadi ketika jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsinya.

Hipoksemia dapat menyebabkan hipoksia, tetapi keduanya tidak selalu terjadi secara bersamaan. Hipoksia juga dapat muncul ketika aliran darah menuju jaringan terganggu, meskipun kadar oksigen dalam darah masih normal.

Gejala Kekurangan Oksigen yang Perlu Diwaspadai

Gejala kekurangan oksigen dapat berbeda pada setiap orang, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Salah satu tanda yang paling umum adalah sesak napas atau kesulitan bernapas.

Selain itu, seseorang dapat mengalami napas cepat, jantung berdebar, sakit kepala, pusing, hingga tubuh terasa lemas. Dalam kondisi tertentu, kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan perubahan warna kulit menjadi kebiruan, terutama pada bibir atau kuku.

Mengutip MedlinePlus, gangguan pernapasan dan perubahan kondisi mental dapat menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian medis.

Jika kekurangan oksigen semakin parah, seseorang berisiko mengalami penurunan kesadaran, gangguan fungsi organ, hingga kondisi yang mengancam jiwa.

Penyebab Kekurangan Oksigen pada Tubuh

Kekurangan oksigen dapat dipicu berbagai kondisi, terutama gangguan yang memengaruhi paru-paru dan sistem peredaran darah.

Beberapa penyebabnya meliputi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, asma berat, gangguan jantung, serta kondisi tertentu yang menghambat aliran darah.

Gangguan pernapasan saat tidur dan berada di dataran tinggi juga dapat memengaruhi kadar oksigen dalam tubuh.

Kapan Harus Mendapatkan Pertolongan Medis?

Sesak napas berat, bibir kebiruan, nyeri dada, kebingungan mendadak, atau penurunan kesadaran merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Kekurangan oksigen bukan kondisi yang boleh disepelekan. Mengenali gejala sejak awal dan mendapatkan penanganan sesuai penyebabnya dapat membantu mencegah komplikasi serius.