BERITA TERBARU
Krisis Chip Ganggu Produksi Mobil Fiat di Italia, Stellantis Terancam Setop Pabrik Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat
TREN

Lagu Stop the Wedding! Ashe Viral, Angkat Kisah Hubungan Toksik

Lagu Stop the Wedding! Ashe Viral, Angkat Kisah Hubungan Toksik
dok. suara.com

Lagu terbaru penyanyi asal Amerika Serikat, Ashe, berjudul Stop the Wedding! viral di media sosial. Lagu tersebut memicu tren di kalangan perempuan untuk membagikan pengalaman pahit saat menjalani hubungan asmara yang toksik dan manipulatif.

Lagu yang dirilis pada 7 Agustus itu ditulis Ashe bersama Noah Conrad dan Annika Bennett. Karya tersebut menjadi single utama dalam album keempatnya yang bertajuk The Girl of Your Dreams.

Penyanyi bernama asli Ashlyn Wilson itu mengungkapkan bahwa lagu tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadinya menjalani pernikahan yang toksik hingga berakhir dengan perpisahan pada 2018.

Dalam wawancara dengan People pada September 2026, Ashe menyebut Stop the Wedding! sebagai versi lebih dewasa dari lagu populernya, Moral of the Story yang dirilis pada 2019.

Menurutnya, lagu terbaru tersebut menggambarkan kesadaran seseorang bahwa mereka sebenarnya tidak harus bertahan dalam hubungan yang menyakitkan.

Ashe juga berharap lagunya bisa menjadi pengingat bagi perempuan muda bahwa mereka memiliki pilihan untuk meninggalkan situasi yang membuat tidak nyaman.

Ia menilai perasaan terjebak tidak hanya terjadi dalam hubungan asmara, tetapi juga bisa dialami seseorang dalam pekerjaan, pendidikan, hingga tuntutan keluarga.

Dalam wawancara dengan Variety, Ashe mengaku lagu tersebut terasa seperti pesan dramatis untuk dirinya di masa lalu agar berani meninggalkan hubungan yang tidak sehat.

Popularitas Stop the Wedding! pun meningkat pesat. Dalam tiga minggu pertama setelah dirilis, lagu tersebut meraih 15 juta streaming di Spotify dan masuk daftar 50 lagu yang sedang tren di TikTok.

Tren Stop the Wedding kemudian bermunculan di media sosial dengan banyak perempuan membagikan kisah hubungan yang pernah membuat mereka merasa terjebak.

Kesuksesan tersebut menjadi pencapaian penting bagi perjalanan musik Ashe. Ia mengaku bangga karena telah menekuni industri musik selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapatkan perhatian luas melalui lagu tersebut.

Kini, Ashe juga telah membangun kehidupan baru bersama musisi John Canada. Keduanya menikah pada 2025.

Ashe mengatakan album The Girl of Your Dreams dibuat dari sudut pandang dirinya yang sudah pulih dan lebih bahagia setelah melewati berbagai pengalaman sulit, termasuk kehilangan saudaranya pada 2019 dan hiatus dari dunia musik pada 2022.

Ia berharap Stop the Wedding! dapat membantu perempuan lebih berani mengambil keputusan dan tidak merasa harus bertahan dalam situasi yang sebenarnya tidak mereka inginkan.