BERITA TERBARU
Penjualan Samsung Galaxy Z Fold8 Naik 20 Persen Usai iPhone Duo Meluncur Putin Bertemu Pejabat Iran, Bahas Keamanan Regional dan Situasi Pascaperang Amorim Kecewa Milan Kalah dari Ferencvaros, Sebut Tim Tidak Siap Bertanding Industri Drakor Korea Selatan Krisis, Produksi Anjlok 30 Persen Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik Per Hari melalui JSDP Zona 1 DPD RI Minta Hilirisasi Wilayah Timur Berpihak pada Rakyat, Industri Perikanan Perlu Diperkuat BRI Peduli Ajak Jurnalis Turun Langsung Bertani di Kota, Kenalkan Praktik Urban Farming Berbasis Komunitas melalui BRInita BAZNAS RI bersama Sabana Foundation Kerja Sama Pengembangan Program ZChicken Kunjungi Balai Transmigrasi Denpasar, Wamen Viva Yoga: Di Balai Kita Pasarkan Produk UMKM Transmigran ke Wisatawan BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Sabang Perkuat Kolaborasi Perluas Perlindungan Pekerja Informal
EDUKASI

BP Tapera Sosialisasikan FLPP Bersama BSN di Mojokerto

BP Tapera Sosialisasikan FLPP Bersama BSN di Mojokerto
dok. BP Tapera

BP Tapera sosialisasikan dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) bersama Bank Syariah Nasional (BSN) di Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dengan melaksanakan akad kepada sejumlah debitur FLPP sekaligus mengundang para calon debitur yang telah melakukan peminatan FLPP dengan total peserta lebih dari 100.

Dari pihak BP Tapera, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho didampingi Direktur Kerja Sama dan Kebijakan Pembiayaan, Alfian Arif. Kehadiran BP Tapera dalam forum ini adalah memberikan Edukasi pemanfaatan FLPP untuk mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan fasilitas pemilikan rumah pertama dari pemerintah ini.

Dalam sambutan sekaligus pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa di Jawa Timur sendiri saat ini menempati urutan keempat besar dalam penyaluran FLPP tahun ini, yaitu sebesar 13.247 unit rumah, dan BSN sendiri secara nasional menempati urutan kedua realisasi dengan capaian sebesar 45.179 unit, atau sebesar 23,8%. Kendati demikian Heru juga menyampaikan bahwa masih terdapat 829 ribu masyarakat Jawa Timur yang masuk ke dalam backlog kepemilikan rumah.

“Berdasarkan sumber statistic BPS (Badan Pusat Statistik), terdapat tren penurunan backlog di tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, dari 9,64 juta menjadi 9,29 juta. Dan kontribusi penyaluran FLPP tahun 2026 hingga per saat ini (24 Oktober 2026) adalah 187.260 unit rumah,” terang Heru.

Lebih lanjut Heru juga sampaikan kepada para peserta yang hadir, bahwa saat ini memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk menjangkau FLPP dengan berbagai kebijakan baru dari pemerintah, salah satunya melalui pilihan masa tenor pengajuan mencapai 40 tahun.

“FLPP berbeda dari rumah komersil. Kami tidak izinkan akadk, jika rumahnya belum tersedia dan siap huni. Tolong sampaikan informasi ini kepada kerabat, handai taulan, dan orang sekitar, getok tularkan agar semua masyarakat dapat memiliki rumah pertama,” ujar Heru.