BERITA TERBARU
Penjualan Samsung Galaxy Z Fold8 Naik 20 Persen Usai iPhone Duo Meluncur Putin Bertemu Pejabat Iran, Bahas Keamanan Regional dan Situasi Pascaperang Amorim Kecewa Milan Kalah dari Ferencvaros, Sebut Tim Tidak Siap Bertanding Industri Drakor Korea Selatan Krisis, Produksi Anjlok 30 Persen Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik Per Hari melalui JSDP Zona 1 DPD RI Minta Hilirisasi Wilayah Timur Berpihak pada Rakyat, Industri Perikanan Perlu Diperkuat BRI Peduli Ajak Jurnalis Turun Langsung Bertani di Kota, Kenalkan Praktik Urban Farming Berbasis Komunitas melalui BRInita BAZNAS RI bersama Sabana Foundation Kerja Sama Pengembangan Program ZChicken Kunjungi Balai Transmigrasi Denpasar, Wamen Viva Yoga: Di Balai Kita Pasarkan Produk UMKM Transmigran ke Wisatawan BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Sabang Perkuat Kolaborasi Perluas Perlindungan Pekerja Informal
NASIONAL

Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik Per Hari melalui JSDP Zona 1

Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik Per Hari melalui JSDP Zona 1
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat infrastruktur sanitasi perkotaan melalui pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara. Proyek strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan melalui penyediaan sistem pengelolaan air limbah domestik yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“Pembangunan sistem air limbah terpusat bukan hanya membangun pipa dan instalasi, tetapi menghadirkan peradaban baru. Infrastruktur sanitasi modern akan menjamin lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

JSDP Zona 1 merupakan pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat yang mengintegrasikan jaringan perpipaan air limbah dengan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern di kawasan Pluit. IPAL ini dibangun di atas lahan seluas 3,9 hektare dengan kapasitas pengolahan mencapai 240.000 m³ per hari dan direncanakan melayani sekitar 220.000 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di delapan kecamatan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama mengatakan, dalam mendukung pengolahan air limbah yang memenuhi baku mutu lingkungan, IPAL JSDP Zona 1 menggunakan teknologi A2O (Anaerobic-Anoxic-Oxic) dan Membrane Bio-Reactor (MBR) yang dikombinasikan dengan High-rate Filter.

“Penerapan teknologi tersebut memungkinkan proses pengolahan air limbah secara optimal, termasuk menurunkan kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, nitrogen, dan fosfor sebelum air hasil olahan dialirkan kembali ke lingkungan sesuai ketentuan,” kata Reza.

Selain pembangunan fasilitas pengolahan, proyek ini juga mencakup pembangunan jaringan perpipaan air limbah sepanjang ± 74,4 kilometer. Pelaksanaannya menggunakan metode konstruksi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan padat, yakni Pneumatic Caisson untuk pembangunan fasilitas utama dan Pipe Jacking untuk pemasangan jaringan perpipaan bawah tanah.

Penggunaan metode Pipe Jacking memungkinkan pemasangan pipa tanpa harus melakukan penggalian terbuka secara luas. Dengan demikian, dampak pekerjaan terhadap lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan proyek dapat diminimalkan.

Melalui pembangunan JSDP Zona 1, Kementerian PU berkomitmen mendukung peningkatan layanan sanitasi perkotaan sekaligus mengurangi beban pencemaran badan air di Jakarta.

Infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui layanan pengelolaan air limbah yang lebih aman, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung terwujudnya kota Jakarta yang lebih sehat, layak huni, dan berkelanjutan.