BERITA TERBARU
Penjualan Samsung Galaxy Z Fold8 Naik 20 Persen Usai iPhone Duo Meluncur Putin Bertemu Pejabat Iran, Bahas Keamanan Regional dan Situasi Pascaperang Amorim Kecewa Milan Kalah dari Ferencvaros, Sebut Tim Tidak Siap Bertanding Industri Drakor Korea Selatan Krisis, Produksi Anjlok 30 Persen Kementerian PU Bangun IPAL Modern Berkapasitas 240 Ribu Meter Kubik Per Hari melalui JSDP Zona 1 DPD RI Minta Hilirisasi Wilayah Timur Berpihak pada Rakyat, Industri Perikanan Perlu Diperkuat BRI Peduli Ajak Jurnalis Turun Langsung Bertani di Kota, Kenalkan Praktik Urban Farming Berbasis Komunitas melalui BRInita BAZNAS RI bersama Sabana Foundation Kerja Sama Pengembangan Program ZChicken Kunjungi Balai Transmigrasi Denpasar, Wamen Viva Yoga: Di Balai Kita Pasarkan Produk UMKM Transmigran ke Wisatawan BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Sabang Perkuat Kolaborasi Perluas Perlindungan Pekerja Informal
PARLEMEN

Insiden Tiro Pidie, Darwati A. Gani: Jangan Biarkan Masyarakat Aceh Kembali Hidup dalam Ketakutan

Insiden Tiro Pidie, Darwati A. Gani: Jangan Biarkan Masyarakat Aceh Kembali Hidup dalam Ketakutan
dok. DPD RI

Anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani, mengecam keras tindakan kekerasan dan penembakan terhadap warga di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu, 4/11/2026, yang mengakibatkan jatuhnya korban, termasuk korban meninggal dunia.

Darwati menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, bukan hanya karena adanya korban, tetapi juga karena menyangkut rasa aman masyarakat Aceh yang telah melewati sejarah panjang konflik dan berjuang mempertahankan perdamaian.

“Bagi masyarakat Aceh, rasa aman itu sangat mahal harganya. Kita pernah melewati masa-masa sulit ketika masyarakat hidup dalam kecemasan dan ketakutan. Jangan sampai peristiwa seperti ini kembali membangkitkan trauma yang selama bertahun-tahun berusaha kita pulihkan,” ujar Darwati, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan dan diperlakukan secara manusiawi, apa pun latar belakang persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Tidak boleh ada masyarakat yang merasa terancam di kampung halamannya sendiri. Kehadiran aparat negara seharusnya memberikan ketenangan dan perlindungan, bukan justru menimbulkan rasa takut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Darwati meminta agar insiden di Tiro diusut secara terbuka, objektif, dan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga masyarakat dan keluarga korban mendapatkan kepastian hukum serta keadilan.

“Di balik setiap peristiwa kekerasan, ada keluarga yang harus menanggung penderitaan. Ada orang tua, istri, dan anak-anak yang kehilangan rasa aman, bahkan orang yang mereka cintai. Mereka tidak boleh dibiarkan menghadapi keadaan ini sendirian,” ungkap Darwati.

Sebagai senator asal Aceh, Darwati mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur keamanan untuk mengedepankan pendekatan yang bijaksana dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa perdamaian Aceh harus benar-benar dirasakan melalui perlindungan dan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

“Perdamaian harus hadir dalam bentuk rasa aman, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap perdamaian yang telah dibangun dengan pengorbanan begitu besar,” katanya.

Darwati berharap peristiwa tersebut menjadi yang terakhir dan semua pihak dapat menjaga situasi Aceh tetap kondusif. “Aceh membutuhkan ketenangan untuk terus membangun masa depannya. Kita punya tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak Aceh tumbuh dalam suasana damai, tanpa harus mewarisi ketakutan yang pernah dialami generasi sebelumnya,” pungkas Darwati.