BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
OTOMOTIF

DAMRI Operasikan 316 Bus Listrik Transjakarta, Langkah Besar Transportasi Hijau Jakarta

DAMRI Operasikan 316 Bus Listrik Transjakarta, Langkah Besar Transportasi Hijau Jakarta
dok. capt: DAMRI Operasikan 316 Bus Listrik Transjakarta (Foto/Pinterest)

Perum DAMRI resmi mengoperasikan 316 unit bus listrik untuk melayani rute-rute Transjakarta hingga Agustus 2026. Jumlah ini menjadikan DAMRI sebagai operator bus listrik terbanyak di layanan Transjakarta sekaligus bukti nyata percepatan elektrifikasi transportasi publik di Ibu Kota. Armada bus listrik tersebut beroperasi tanpa menghasilkan emisi gas buang, senyap, dan jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan bus berbahan bakar minyak.

Pengoperasian ini dilakukan sepenuhnya oleh Perum DAMRI, perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang angkutan darat. DAMRI bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebagai penyelenggara layanan, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menargetkan elektrifikasi 50% armada pada 2027 dan 100% pada 2030. Pengguna jasa Transjakarta di seluruh rute yang dilayani DAMRI langsung merasakan perubahan kenyamanan berkendara.

Pengoperasian bus listrik dilakukan secara bertahap sejak tahun 2023. Diawali dengan 26 unit pada 2023, naik menjadi 90 unit pada 2024, bertambah menjadi 200 unit pada 2025, dan hingga Agustus 2026 resmi mencapai total 316 unit. Pengumuman pencapaian jumlah ini disampaikan secara resmi pada awal September 2026.

Seluruh 316 unit bus listrik tersebut beroperasi di jalur-jalur koridor maupun rute pengumpan jaringan Transjakarta di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Pengisian daya serta perawatan armada dilakukan di depo-depo khusus yang telah dilengkapi fasilitas pengisian listrik dan peralatan pemeliharaan kendaraan berbasis listrik.

DAMRI melaksanakan langkah ini sebagai bagian dari komitmen mendukung terciptanya transportasi publik yang rendah emisi, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, penambahan armada terus dilakukan untuk memenuhi kuota kontrak dengan Transjakarta yang menargetkan total 500 unit. Penggunaan bus listrik diharapkan mengurangi polusi udara dan kebisingan sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang, sehingga kenyamanan penumpang dan kualitas lingkungan sama-sama terjaga.

Setiap bus listrik dijalankan dengan tenaga baterai yang diisi ulang secara berkala di depo menggunakan infrastruktur pengisian daya khusus. Pengelolaan armada mencakup penjadwalan pengisian, perawatan rutin sistem kelistrikan, serta pelatihan pengemudi dan teknisi agar terbiasa menangani kendaraan berteknologi listrik. Pengoperasian bertahap dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, SDM, dan ekosistem pendukung sebelum jumlah armada ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai angka 316 unit.

Mengutip dari Suara Merdeka Jakarta, Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI, Arifin, memberikan keterangannya. “DAMRI memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam mengembangkan operasional bus listrik di Indonesia, mulai dari mengoperasikan satu unit bus listrik di layanan pemadu moda kami pada 2021, hingga kini menjadi operator bus listrik terbanyak di layanan Transjakarta dengan 316 unit,” ungkapnya saat diwawancara media.

Dengan 316 bus listrik yang telah beroperasi, DAMRI membuktikan bahwa transisi menuju transportasi hijau bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang terus diperluas demi Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.