BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
OTOMOTIF

Hilux Hidrogen Meluncur 2028: Toyota Buka Jalan Masa Depan Tanpa Emisi

Hilux Hidrogen Meluncur 2028: Toyota Buka Jalan Masa Depan Tanpa Emisi
Toyota rilis hilux hidrogen (Foto/Pinterest)

Nama yang sudah dikenal tangguh di segala medan, Toyota Hilux, kini bersiap menapak babak baru: beralih ke tenaga hidrogen. Konfirmasi ini diumumkan resmi pada Senin, 14 September 2026, di ajang IAA Transportation, pameran kendaraan komersial terbesar yang digelar di Hannover, Jerman.

Toyota Motor Corporation lewat divisi Eropa mengumumkan rencana produksi massal Hilux Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) versi bertenaga sel bahan bakar hidrogen menyusul versi listrik murni yang lebih dulu diperkenalkan.Hilux hidrogen dirancang dengan jangkauan tempuh lebih dari 400 km (siklus WLTP), kemampuan menarik beban hingga 2.500 kg, dan tenaga sistem sel bahan bakar generasi ketiga sebesar 300 kW.

Satu-satunya emisi yang keluar hanyalah uap air yang nol karbon, tetap perkasa di medan berat.Fase peluncuran ditujukan untuk Eropa dan Oseania mulai tahun 2028, diposisikan terutama sebagai kendaraan komersial bagi perusahaan jasa dan penyewaan armada. Di Indonesia, peluang kehadirannya masih dipelajari seiring kesiapan infrastruktur pengisian hidrogen.

Proyek tidak lahir kemarin, prototipe pertama diperkenalkan di Inggris pada September 2023, sepuluh unit uji coba telah dibangun dan diuji ketahanannya. Pengembangan berlanjut hingga keputusan produksi disahkan pada ajang IAA 2026 ini. Toyota memegang prinsip pendekatan beragam: tidak mengandalkan satu teknologi saja.

Untuk kendaraan yang butuh jangkauan jauh, pengisian cepat, dan muatan berat seperti Hilux hidrogen dinilai lebih praktis dibanding baterai besar yang memperberat kendaraan.

Shinichi Yasui, Wakil Presiden Eksekutif R&D Toyota Motor Europe, menyampaikan kepada media resmi perusahaan. “Hidrogen dapat memainkan peran penting dalam mobilitas berkelanjutan, terutama di mana ketahanan energi dan kebutuhan operasional berat menjadi hal yang krusial. Kami tidak hanya mengembangkan teknologi kendaraannya, tetapi juga berkomitmen membangun ekosistem infrastruktur pendukungnya.”

Perjalanan menuju netralitas karbon bukan jalur tunggal dan Hilux hidrogen adalah bukti bahwa ketangguhan legendaris bisa tetap lestari tanpa meninggalkan jejak polusi. Kita tunggu perjalanannya ke Nusantara.