Harta Ratusan Miliar dengan Garasi Sederhana, Inilah Koleksi Mobil Milik Menkeu
Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara pada Senin (14/9/2026). Di balik kekayaan bersih yang tercatat mencapai Rp138,1 miliar, perhatian publik justru tertuju pada isi garasinya sederhana, tidak mencolok, dan seluruhnya hasil jerih payah sendiri.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 27 Februari 2026, Suahasil memiliki tepat empat unit mobil dengan total nilai Rp1,228 miliar — tak ada sepeda motor sama sekali.
Daftarnya:
– Toyota Camry Sedan 2013 — Rp160 juta (kendaraan tertua dan termurah)
– Honda Jazz 2019 — Rp220 juta
Honda HR-V 2022 — Rp330 juta-
Toyota Alphard 2019 — Rp518 juta (paling mahal, menyumbang 42% dari total nilai kendaraan)
Kekayaan ini disampaikan sendiri oleh Suahasil saat masih menjabat Wakil Menteri Keuangan, dan kini menjadi sorotan publik setelah ia naik ke kursi pimpinan Kemenkeu. Semua kendaraan berstatus “hasil sendiri”, bukan warisan atau pemberian.
LHKPN diumumkan secara terbuka melalui laman KPK, sehingga masyarakat dapat memeriksa rincian aset pejabat negara termasuk alat transportasi yang dimiliki .Koleksi ini justru lebih rendah nilainya dibandingkan pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa, yang mengantongi kendaraan senilai Rp3,6 miliar berisi merek Eropa seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Peugeot.
Sementara Suahasil memilih mobil buatan Jepang yang praktis dan tahan lama — bahkan masih memelihara Camry berusia 13 tahun di tengah aset ratusan miliar rupiah.”Di balik kekayaan yang fantastis itu, pilihan kendaraannya justru sangat sederhana. Ia tidak tergoda mengikuti gaya hidup mewah yang kerap dikaitkan dengan jabatan menteri keuangan,” tulis laporan detikOto pada Senin (14/9/2 Alokasi untuk transportasi hanya sekitar 0,8 persen dari total kekayaannya.
Sebagian besar aset Suahasil justru berada di surat berharga (Rp66,8 miliar), tanah dan bangunan (Rp49,8 miliar), serta kas dan setara kas (Rp6 miliar). Sederhananya: ia mengelola uang negara dengan prinsip yang sama — hemat, tertib, dan tidak boros.Kisah garasi Menkeu baru ini mengingatkan: pemimpin yang bijak tidak diukur dari kemewahan yang dikendarai, melainkan dari seberapa jujur dan teliti ia menjaga amanah.


